ICW: Mungkin Jokowi Lupa Nawacita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Juni 2015. Sekjen AMAN, Abdon Nababan menjelaskan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo membahas Nawacita.  Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Juni 2015. Sekjen AMAN, Abdon Nababan menjelaskan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo membahas Nawacita. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku khawatir Presiden Joko Widodo lupa akan Nawacita, sembilan program kerja pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Jusuf Kalla. "Saya agak khawatir, mungkin Jokowi lebih ingat Nawa Citata (plesetan dari nama artis dangdut Cita Citata)," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho, dalam diskusi polemik setahun Nawacita, di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    Menurut Emerson, ada sejumlah kebijakan yang membuat ia khawatir. Salah satunya adalah munculnya Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya sikap Jokowi dalam hal itu nanggung. "Pak Jokowi nih kentang, istilah anak mudanya kena tanggung. Ini dalam konteks penyelamatan KPK," katanya.

    RUU KPK, menurut Emerson, bila hanya ditunda akan jadi bom waktu. Sehingga ia menyarankan lebih baik menarik RUU KPK ketimbang menundanya. Emerson juga menilai bahwa pemberantasan korupsi di era Presiden Jokowi belum memuaskan. "Kebijakan antikorupsi yang telat dan sering kali tidak berpihak," kata Emerson.

    Ia lantas membandingkan kebijakan yang pernah dilakukan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. "Setahun pertama SBY menjabat, dia keluarkan inpres percepatan penanganan perkara korupsi hanya dua bulan," katanya. "Jokowi tujuh bulan setelah menjabat."

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.