Bantu Padamkan Kebakaran Hutan, Jepang Kirim Cairan 'Sakti'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru berlari ditengah kabut asap saat mengikuti latihan fisik di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 100 hingga 300 meter. ANTARA/Rony Muharrman

    Ratusan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru berlari ditengah kabut asap saat mengikuti latihan fisik di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 100 hingga 300 meter. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang ikut turun tangan membantu memadamkan kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Yamamori, mengatakan pemerintahnya akan mengirimkan seratus botol cairan pemadam api atau Miracle Foam a+ ke Indonesia.

    "Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Tanizaki, memberikan daftar dan sampel bantuan darurat kepada Wakil Menteri Luar Negeri," ucap Yamamori di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2015.

    BACA JUGA
    Pembunuh Ibu dan Anak di Cakung Ternyata Tetangga Belakang
    Ingin Jadi Gubernur Jakarta Lagi, Ahok Tiru Nabi Muhammad

    Menurut Yamamori, cairan tersebut diberikan setelah pemerintah Jepang  menerima permintaan dari Indonesia agar ikut membantu menangani kebakaran hutan dan kabut asap. Cairan tersebut rencananya akan tiba di Palembang pada Sabtu besok.

    Yamamori berujar, bantuan ini merupakan bentuk persahabatan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah Jepang, tutur Yamamori, berharap bantuan tersebut digunakan dengan baik dan efektif untuk mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap.

    Selain mengirimkan bantuan seratus botol cairan yang dianggap ampuh menangani kebakaran hutan, Jepang mengutus seorang ahli melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), lembaga kerja sama Jepang untuk internasional.

    DANANG FIRMANTO

    BERITA MENARIK
    Didenda Rp 1 Miliar, Mourinho: Ini Aib!
    Pacar Diganggu, Randu Tusuk Temannya hingga Tewas di Kemang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.