Kebakaran Hutan, Titik Panas di Sumatera Meluas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan kabut asap di wilayah Sumatera semakin meluas. Berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua pada Jumat, 16 Oktober 2015, tercatat ada 769 titik panas akibat kebakaran hutan.

    "Titik panas terpantau pukul 07.00," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sugarin Widayat, Jumat, 16 Oktober 2015. Daerah Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang titik panas terbanyak, yakni 537 titik, meningkat dari sebelumnya sebanyak 487 titik.

    Menurut Sugarin, titik panas kebakaran hutan juga tersebar di daerah lainnya, seperti Jambi 97 titik, Bangka Belitung 64 titik, Lampung 38 titik, Bengkulu tujuh titik, Sumatera Utara tiga titik, dan Kepulauan Riau satu titik.

    Sedangkan wilayah Riau juga terdapat 22 titik setelah sempat nihil beberapa hari. Adapun penyebaran titik panas di Riau terpantau di Indragiri Hilir, Meranti, Siak dan Pelalawan. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen yakni 14 titik," ujarnya.

    Sugarin menjelaskan, secara umum kondisi cuaca wilayah Riau berawan serta diselimuti kabut asap tipis. Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi di Riau bagian barat dan utara. "Temperatur maksimum 31-33 derajat Celsius," jelasnya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali mengganggu kualitas udara di beberapa daerah. Di Pekanbaru jarak pandang menurun hingga 500 meter, Rengat 10 meter, Pelalawan 600 meter dan Dumai 600 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.