Rio Capella Tersangka, Fadli Zon: KPK Jangan Tebang Pilih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Taufiequrachman Ruki usai mengadakan pertemuan dengan Pimpinan KPK di Gedung KPK di Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Fadli Zon untuk menyampaikan keterpilihannya sebagai Presiden Global Conference of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau sebagai presiden organisasi anggota parlemen antikorupsi sedunia. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Taufiequrachman Ruki usai mengadakan pertemuan dengan Pimpinan KPK di Gedung KPK di Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Fadli Zon untuk menyampaikan keterpilihannya sebagai Presiden Global Conference of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau sebagai presiden organisasi anggota parlemen antikorupsi sedunia. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Ia menyayangkan kabar ditetapkannya anggota DPR Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus korupsi.

    "Ya harusnya bisa ditegakkan hukum di sana. Jangan tebang pilih jika memang ada oknum yang terlibat," kata Fadli di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015.

    Hal ini Fadli ungkapkan terkait adanya dugaan adanya keterlibatan penegak hukum dalam kasus ini. Fadli menilai seharusnya KPK bisa menegakkan hukum terkait hal ini. Apalagi bila kasus ini benar-benar melibatkan penegak hukum. Menurut dia ini sangat penting untuk ditindak.

    Fadli berharap agar KPK melakukan investigasi lebih mendalam lagi terkait ada atau tidaknya keterlibatan aparat penegak hukum. Ia menilai jangan hanya masyarakat sipil yang ditindak. Penting bagi KPK untuk menindak penegak hukum juga bila memang terbukti terlibat.

    "Ini penting untuk menunjukkan komitmen memberantas korupsi," ujar Fadli.

    Patrice Rio Capella dinyatakan sebagai tersangka perkara dana Bansos. Ia diduga memberikan bantuan mengurus penyelesaian penanganan perkara, apakah ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atau Kejaksaan Agung.

    Patrice sendiri sebelumnya pernah diperiksa KPK pada 23 September 2015 dalam kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan sebagai saksi. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menuturkan Patrice Rio Capella diduga mengetahui penyuapan yang menyeret Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti.

    Saat ini Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh telah meminta pengurus partai untuk segera mengurua pengganti antar waktu bagi Patrice Rio Capella terkait posisinya sebagai komisi III DPR. Sementara, untuk posisi Sekretaris Jendral Parta NasDem akan digantikan oleh Nining Indra Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Sekjen.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.