Rieke Menjadi Ketua Pansus Pelindo II

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rieke Diah Pitaloka. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Rieke Diah Pitaloka. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka terpilih menjadi Ketua Panitia Angket Pansus Pelindo II. Penetapan Rieke sebagai ketua dilaksanakan dalam rapat internal dan digelar secara tertutup. “Ini tugas yang tidak mudah dan berat,” kata Rieke seperti dilansir pada laman Resmi DPR, www.dpr.go.id pada, Kamis, 15 Oktober 2015. "Tetapi kami percaya anggota panitia angket punya kesepakatan bahwa persoalan di Pelindo ini harus bisa kita bongkar untuk mengembalikan bagaimana sesungguhnya BUMN itu bekerja sebagai alat negara yang mensejahterakan rakyat. Bukan untuk kepentingan orang per orang."

    Dalam rapat intern dan berlangsung secara tertutup tersebut dipimpin oleh wakil ketua DPR Fadli Zon dan diikuti oleh 16 orang yang berasal dari 6 fraksi. Menurut Fadli Zon, Rieke dianggap mengerti hukum dan bisa menyelesaikan angket sampai tuntas. Dalam menjalankan tugas memimpin Pansus Pelindo II, mantan artis sinetron itu tak sendiri. Ia didampingi oleh tiga wakil Ketua yakni Aziz Syamsuddin dari Fraksi Golkar, Desmon J Mahesa dari Fraksi Gerindra dan Tegus Juwarno dari Fraksi PAN. Rencananya, Pansus ini akan bekerja selama 60 hari kerja.

    Setelah terpilih menjadi wakil ketua, Teguh Juwarno dalam sambutannya mengatakan, sekretariat Pansus akan segera menyusun agenda rapat ke depan. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan para anggota panitia, terutama kepada Fraksi Demokrat yang merelakan satu kursi pimpinannya bagi PAN.

    Pansus Pelindo II disahkan dalam Rapat Paripurna DPR ke tujuh yang digelar pada Selasa lalu. Pansus ini terdiri dari 30 anggota yang berasal dari lintas Fraksi dan lintas komisi, keikutsertaan anggota dibagi berdasarkan jumlah proporsional kursi di Parlemen, di mana PDIP mendominasi Pansus tersebut dengan 6 anggota.

    Pansus Pelindo II dibentuk untuk mengusut banyaknya kasus yang terjadi pada perusahaan plat Merah Pelindo II, seperti dugaan korupsi pengadaan 10 crane yang merugikan negara hingga Rp 54 Miliar, pelanggaran perpanjangan konsesi terhadap anak perusahaan Pelindo II, JICT dengan perusahaan Hongkong Hutchison Port Holdings, dan dugaan penyelewengan lainnya yang melibatkan Dirut Perusahaan, RJ Lino.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.