Kabut Asap di Riau Turun, Aktivitas Pendidikan Dimulai Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dari Departemen Kehutanan menyemprotkan air pada kawasan hutan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang Desa di Kampar, Riau di Indonesia, 6 September 2015. REUTERS/YT Haryono

    Petugas pemadam kebakaran dari Departemen Kehutanan menyemprotkan air pada kawasan hutan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang Desa di Kampar, Riau di Indonesia, 6 September 2015. REUTERS/YT Haryono

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Abubakar, mengatakan bahwa sejak 12 Oktober kemarin, kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah sudah kembali dilaksanakan di Provonsi Riau.

    “Baik PAUD dan anak-anak sekolah sudah mulai masuk. Ini gambaran terakhir yang diterima,” kata Siti saat ditemui di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Kamis 15 Oktober 2015.

    Sebulan terakhir aktivitas pendidikan di sekolah sempat dihentikan akibat kabut asap. Imbauan libur dikeluarkan oleh pihak sekolah berdasarkan pengarahan dinas pendidikan setempat.

    Saat ini, Siti mengatakan bahwa titik api di Riau dan Jambi sudah mulai turun. Akan tetapi, sekarang justru udara di Jambi menjadi sangat tidak sehat dengan indeks pencemaran udara 250-300.

    “Di Jambi ada dua titik api baru mati satu, tetapi yang di perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan itu masih banyak,” katanya.

    Sebelumnya, aktivitas pendidikan di beberapa kota terdampak asap, seperti Palembang, Batam, Pekanbaru, menghentikan aktivitas pendidikannya. Hal ini didasari instruksi dinas pendidikan setempat karena banyak muridnya mengalami gangguan saluran pernapasan dan kesehatan akibat kabut asap.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.