Fit and Proper Test Komisioner KY Belum Memuaskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Yudisial, Jakarta Pusat. TEMPO/Seto Wardhana

    Komisi Yudisial, Jakarta Pusat. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi III DPR RI baru saja melakukan tes kelayakan (fit and proper test) pertama calon komisioner Komisi Yudisial (KY) Maradaman Harahap, di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Kamis, 15 Oktober 2015. Dalam kesempatan itu Maradaman diminta menjawab sejumlah pertanyaan. Seperti bagaimana mencegah terjadinya kesalahpahaman antara KY dengan Mahkamah Agung (MA).

    Ketua rapat Komisi III DPR RI Benny H.Karman mengatakan fit and proper tes kali ini kurang memuaskan. Menurutnya, Mahardaman, calon pertama yang mengikuti fit and propher test, kurang konsisten. "Pertama pemahaman tentang tugasnya itu saja masih kurang. Kedua identifikasi masalah juga nggak jelas. Kemudian solusi-solusi yang dia tawarkan juga nggak jelas, metode apa yang akan ia gunakan. Kebayang nggak seperti apa nanti KY?" ungkap Benny kepada wartawan usai tes pertama selesai.

    Benny berharap komisioner KY memiliki kreativitas tanpa melanggar hukum dan juga tanpa menyinggung atau bersentuhan dengan kewenangan lembaga-lembaga negara yang lain.

    Sebelumnya pada September lalu, Presiden Joko Widodo telah menerima 7 nama calon komisioner KY yang lolos sampai tahap akhir. Enam orang yang baru kan menjalani proper test tersebut antara lain Joko Samito, yang mewakili unsur mantan hakim; Farid Wajdi dan Sumartoyo, yang mewakili unsur praktisi hukum; Wiwiek Awiati dan Harjono, yang mewakili unsur akademikus hukum; dan Sukma Violetta, yang mewakili unsur masyarakat.

    RICO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.