Brimob Belum Ditarik dari Desa Salim Kancil, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam aliansi Sedulur Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan  petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim (52) alias Kancil yang terjadi pada Sabtu 26 September 2015 di depan Gedung DPRD Kota Malang, 28 September 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Massa yang tergabung dalam aliansi Sedulur Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim (52) alias Kancil yang terjadi pada Sabtu 26 September 2015 di depan Gedung DPRD Kota Malang, 28 September 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Deputi Keamanan Nasional Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Brigadir Jenderal Polisi Wakin Mardi Wiyono, mengatakan masyarakat di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sudah kondusif.

    "Masyarakat sudah bisa bekerja seperti biasa dan tidak timbul friksi di antara beberapa kelompok," kata Wakin, yang pernah menjabat Kepala Kepolisian Resor Lumajang pada 1999, Kamis, 15 Oktober 2015.

    Dia mengasumsikan ada beberapa kelompok saat ini. Kelompok itu berbeda pandangan dan mempunyai keluhan masing-masing.

    Menurut Wakin, beberapa kelompok itu antara lain kelompok keluarga orang yang ditahan, kelompok keluarga korban, kelompok penambang yang dihentikan, kelompok penambang yang punya izin, dan kelompok penambang ilegal. "Semua kelompok itu mempunyai pekerja, sehingga dimungkinkan muncul potensi konflik di antara kelompok tersebut," ujarnya.

    Harapan kelompok-kelompok ini semua bisa bekerja lagi nanti. "Keluhannya juga berbeda-beda," tuturnya. Dengan alasan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji memandang masih perlu dukungan pengamanan dari Brimob.

    Menurut Wakin, Kapolda Jawa Timur menyatakan sementara ini bantuan keamanan operasional (BKO) dari Brimob dipandang masih mempunyai nilai positif di sini. Pertimbangannya, jika kondisi mendadak berubah. Saat ditanya sampai kapan Brimob akan berada di Desa Selok Awar-awar, Wakin mengatakan pasti akan ada evaluasi. "Sesuai dengan evaluasi Kapolda. Kalau sudah dipastikan aman, akan ditarik," ucapnya.

    Wakin mengatakan sebenarnya anggota Brimob yang menjaga dan mengamankan juga ingin berkumpul dengan keluarganya kembali. "Yang jaga di sini sebenarnya juga bosan meninggalkan keluarga, maunya pulang, semua maunya enak, tapi jangan seenaknya," katanya. Namun Brimob punya tanggung jawab untuk melakukan pengamanan.

    Berdasarkan pantauan Tempo, puluhan anggota Brimob Polda Jawa Timur masih terus melakukan pengamanan di desa. Sejumlah personel dari Polres Lumajang serta kepolisian sektor pun masih melakukan penjagaan, terutama di rumah Tosan serta rumah almarhum Salim Kancil.

    Kepala Kepolisian Resor Lumajang Ajun Komisaris Besar Fadly Mundzir Ismail mengatakan pengamanan dan perlindungan sudah dilakukan kepada saksi dan korban, yang difasilitasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

    Seorang warga, Anshori, mengatakan sebenarnya situasi sudah kondusif. Warga yang selama ini menjadi sasaran pengancaman sudah tidak lagi merasa terintimidasi. "Sudah tidak ada intimidasi, tapi masih ada rasa takut," ujarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.