Rizal Ramli Kesal Peringkat ITB Terus Merosot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Bandung - Alumnus ITB yang kini menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, merasa sedih karena peringkat almamaternya juga kampus negeri lain di Indonesia tak masuk urutan 600 besar. “Ini tragedi nasional. Jangan ngomong macem-macem, aneh-aneh, universitasnya saja nggak masuk 600 terbaik,” kata sarjana Teknik Fisika ITB tersebut di Aula Barat ITB, Kamis, 15 Oktober 2015.

    Rizal heran dengan kondisi merosotnya peringkat ITB dibanding ketika zaman dulu ia mula kuliah pada 1978. “Kok bisa, bujet makin tinggi, yang pintar, doktor, master makin banyak, reputasi makin hancur,” ujarnya saat hadir sebagai salah seorang pembicara utama pada seminar tentang Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia Cerdas.

    Ia memohon kepada Rektor ITB Kadarsah dan alumni untuk mencari terobosan baru agar peringkat ITB bisa masuk ke daftar 200 universitas di dunia. “Kalau nggak (bisa) jangan ngomong deh. Orang juga nggak nganggap kita. Apa ITB? UI? (Peringkat) 600 aja nggak masuk. Di dalam negeri merasa hebat, di luar negeri tidak ada apa-apanya,” ujar Rizal.

    Tak hanya kesal, Rizal menyodorkan cara untuk memperbaiki reputasi kampus negeri di Indonesia. Pertama, ia minta perguruan tinggi meninggalkan cara-cara birokratis dan feodal. ITB juga diminta mendatangkan 10 dosen universitas kampus mitra di luar negeri untuk mengajar, begitu pula sebaliknya agar rating peringkatnya naik.

    Dosen dari luar negeri itu, kata Rizal, perlu dibayar lebih dari gaji di negaranya untuk mengajar di sini. Ia menyatakan siap membantu pencarian dananya untuk pertukaran dosen tersebut. “Kalau ada kesulitan cari duitnya, kasih tahu saya, kita cari uang di luar bujet,” katanya.

    Ketika berpidato dan ditanya, Rizal tidak secara jelas menyebutkan peringkat 600 kampus dunia yang dimaksud. Adapun data yang dikeluarkan lembaga pemeringkat perguruan tinggi Webometrics edisi Januari 2015 lalu, pada daftar peringkat 1.000 universitas terbaik dunia, UGM menempati peringkat 518, Universitas Indonesia di posisi 660, ITB di urutan 704, dan Universitas Brawijaya 738.

    Peringkat Universitas Dunia Webometrics didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan volume maupun isi website, visibilitas, dan dampak dari publikasi website.

    Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan, ITB masih sulit bersaing masuk ke peringkat 200 dunia seperti Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan Stanford University. Kategorinya harus dibuat rasional. “Pemeringkatan itu jangan semut diadu dengan gajah. Masukan ke lembaga pemeringkatan, harusnya dimasukkan dalam satu cluster,” ujarnya. Saat ini secara per bidang atau teknik, seni dan desain ITB masuk peringkat 50 besar dunia, adapun perminyakan dan informatika masuk 200 besar.

    ANWAR SISWADI

    Baca juga:

    Geger Freeport, Inilah 5  Tanda yang Mencurigakan
    Sambil Gebrak Meja, Rizal Ramli Tolak US$ 3 M dari Freeport  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.