Begini Tantangan Para Humas di Era MEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    SWA.CO.ID, Jakarta - Perkembangan dunia Public Relation (PR) tidak lepas dari perkembangan teknologi komunikasi. PR masa kini tidak cukup hanya terampil dalam menulis dan berbicara, namun juga dituntut mampu menguasai keahlian tambahan terkait Internet.

    Menjawab perkembangan teknologi, tentu praktisi humas harus bisa menjalankan Digital PR atau yang disebut E-PR di mana kegiatan humas bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan media Internet, seperti website, media sosial, blog dan lainnya.

    Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), hal ini merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi oleh praktisi PR pada saat ini. Menurut Dian Anggraeni Umar selaku Executive Director and PR Strategist Holistic Reputation, fungsi PR tidak hanya di manajemen, namun harus menjadi fungsi dominan.

    “PR itu sudah harus menjadi fungsi dominan, karena bagaimanapun kita sudah menghadapi network society. Saat ini PR sudah menjadi profesi internasional job, karena yang kita hadapi ini publik dunia, dimana dalam menyampaikan informasi secara online, artinya akses publik terhadap informasi itu pun semakin tinggi, punya potensi informasi yang disampaikan menyebar ke seluruh dunia,” jelasnya saat di temui di Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Sementara dalam menghadapi MEA, tidak hanya pada PR swasta, tapi perlu juga pembenahan pada humas pemerintah karena bagaimana pun MEA itu juga akan terkait dengan kebijakan pemerintah. Artinya, peran humas pemerintah harus berfungsi lebih strategis lagi, bila melihat sekarang bagaimana peran dan fungsi pemerintah yang masih perlu banyak pembenahan, dari segi sisi peran, fungsi dan praktek.

    Hal senada diugkapkan M. Ghozali Moenarwan, dosen Universitas Al Azhar Indonesia, mengatakan, dalam mengahadapi MEA para praktisi PR perlu persiapan lebih ekstra dan bekerja lebih cepat. Menurutnya, strategi yang tepat yaitu dengan meningkatkan speed kerja yang lebih agar tidak tidak ketinggalan dengan negara lain. Ia juga berharap praktisi PR tidak ada batasan lagi dalam melakukan aktivitas PR.

    swa.co.id


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.