Menteri Khofifah Kirim Tim Tagana ke Aceh Singkil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan telah
    mengirimkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi pengungsian Aceh Singkil untuk memastikan pengungsi tidak kekurangan logistik, terutama dalam hal pangan. “Jadi tugas Kemensos itu memaksimalkan bagaimana yang ada di pengungsian stok logistiknya aman,” ucap Khofifah di kediamannya, Rabu malam, 14 Oktober 2015.

    Menurut Khofifah, hingga saat ini, ada sekitar 2.500 orang yang mengungsi di halaman sekolah dasar di Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya, ucap dia, pihaknya akan mengkoordinasikan apakah perlu dipisahkan antara pengungsi laki-laki dan perempuan.

    Baca juga:
    KPAI: Jangan Ada Saling Dendam Anak Salim Kancil dan Pelaku
    Kasus Salim Kancil, LPSK Akan Siapkan Safe House untuk Saksi

    Selain itu, tim Tagana yang turun ke lapangan akan siap memenuhi segala kebutuhan para pengungsi, terutama kebutuhan anak-anak. Bahkan tim Tagana juga akan melakukan assessment untuk memastikan apakah dibutuhkan pemulihan trauma atau konseling trauma. “Namun, sementara ini, tim Tagana masih berfokus pada pemenuhan pangan,” ujarnya.

    Khofifah juga memastikan sudah ada tim yang melakukan konsolidasi di lapangan, sehingga Kemensos hanya bisa menunggu koordinasi dari tim tersebut. Bahkan Khofifah juga telah memerintahkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Sahabuddin ke pengungsian supaya bisa mengetahui kebutuhan para pengungsi.

    Simak juga:
    Pasca Rusuh, Warga Kristen Singkil Mengungsi ke Luar Aceh
    Koleksi Perhiasan Happy Salma, Inspirasi Novel Pramoedya

    Adapun bantuan yang sudah dikirim ke pengungsian adalah makanan kaleng sebanyak 1.800 kaleng, minyak goreng, sambal, kecap, dan tenda 50 lembar. Selain itu, 5 ton beras sudah dikirim ke lokasi untuk beberapa hari ke depan.

    Sebelumnya, bentrok terjadi antarwarga di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa, 13 Oktober 2015. Bentrok itu menyebabkan satu orang meninggal dan empat lain luka-luka. Adapun pengungsi masih diidentifikasi Dinas Sosial Aceh Singkil dan tim Tagana karena kebanyakan di antara mereka menyelamatkan diri ke rumah saudara.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.