Diborong Filipina, Impor Beras Indonesia Tak Semua Dipenuhi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memindahkan beras impor dari Vietnam yang dibongkar di pelabuhan, di Manila, Filipina, 18 Agustus 2014. Minim keterampilan membuat banyak masyarakat Filipina menjadi buruh kuli. REUTERS/Romeo Ranoco

    Pekerja memindahkan beras impor dari Vietnam yang dibongkar di pelabuhan, di Manila, Filipina, 18 Agustus 2014. Minim keterampilan membuat banyak masyarakat Filipina menjadi buruh kuli. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah telah melakukan pembicaraan mengenai impor beras dengan Vietnam dan Thailand. Rencananya beras bakal diimpor dari dua negara tersebut dengan jumlah kurang dari satu juta ton. "Kami memang sudah bicara dengan Vietnam dan Thailand. Tapi memang sedikit terlambat, karena stoknya jauh di bawah harapan," ujar Darmin saat rapat kerja dengan dewan di gedung DPR, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Darmin menjelaskan pembahasan mengenai pembelian beras dengan kedua negara tersebut sedikit terlambat sehingga kuota beras yang bakal diimpor tak sampai satu juta ton. Sebab, ujar Darmin, pasokan beras dari negara tetangga telah diborong oleh Filipina. "Nggak ada lagi stoknya," ujar Darmin.

    Darmin menjelaskan, impor beras perlu dipersiapkan untuk mengatisipasi adanya El Nino yang panjang. Kondisi tersebut tentunya berpengaruh kepada produksi padi yang seret sehingga menyebabkan kelangkaan di pasar dan membuat harga beras melonjak. "Belum lagi stok beras Bulog untuk yang medium sedikit sekali, hanya 350 ribu ton," ujarnya.

    Perum Bulog hanya memiliki stok sebanyak 1, 25 juta ton. 900 ribu ton beras premium untuk komersial, sedangkan sisanya 350 ribu ton beras medium. Darmin mengatakan stok beras medium ini akan habis pada akhir tahun ini karena adanya tambahan penyaluran beras sejahtera untuk dua bulan. "Kalau ini dikeluarkan, bisa-bisa habis," kata Darmin.

    Namun, Darmin menyebutkan jika ternyata dampak dari El Nino bisa diatasi dengan ketersediaan pasokan beras yang cukup, pemerintah tak akan memasukan beras impor ke dalam negeri. "Kalau ternyata tidak perlu, tidak perlu kita datangkan, kita jual lagi saja. Kita yakin bisa laku dan tidak akan rugi,"ujarnya. Keputusan mengenai rencana impor beras ini akan diputuskan dalam satu hingga dua bulan mendatang. "Kita tunggu November Desember lah."

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.