Kisah Soekarno dan Ajakan Nasser Inspeksi Penari Perut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Sukarno, bersama Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser, dalam rangkaian KAA di Bandung, 1955. Dok. Perpusnas

    Presiden Sukarno, bersama Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser, dalam rangkaian KAA di Bandung, 1955. Dok. Perpusnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada pengalaman lucu ketika Presiden Sukarno berkunjung ke Mesir. Kisah ini dituturkan kembali oleh putra sulung Soekarno, Guntur Soekarno dalam bukunya Bung Karno: Bapakku, Kawaanku, Guruku, yang diterbitkan oleh PT Del-Rohita. Guntur adalah anak pertama Soekarno dan Fatmawati.

    Menurut Guntur, cerita itu dituturkan Soekarno di Wisma Yaso, rumah pribadi Dewi, istri Soekarno kelima. Kini Wisma Yaso yang terletak di Jalan Gatot Subroto, itu sudah dijadikan Museum Satria Mandala. Acara ngobrol-ngobrol terjadi setelah selesai makan
    di ruangan tengah gedung tadi.

    Mulanya, Guntur mengatakan, topik pembicaraan mereka waktu itu adalah soal kekalahan negara-negara Arab dalam Perang Enam Hari melawan Israel. Terutama soal kekecewaan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser yang mengakibatkan seorang pembantu terdekatnya, Marsekal Abdul Hakim Amir, bunuh diri.

    Nah, terkait Amir inilah cerita lucu itu bermula. Guntur bercerita, suatu waktu, ketika berkunjung ke Mesir dari Bandar Udara Kairo, Soekarno bersama rombongan langsung ke penginapan. Kunjungan ke Mesir itu diperkirakan Juli 1955. Karena hari itu tidak ada acara apapun, Soekarno akan menggunakan malam harinya untuk istirahat penuh.

    Waktu itu Soekarno mengaku betul-betul lelah. "Tulang-tulang Bapak rasanya remek semuanya karena padatnya acara perjalanan sebelumnya di negara-negara lain. Pokoknya Bapak hari itu mau istirahat total supaya dalam pertemuan dengan Pak Nasser besoknya Bapak bisa benar-benar segar," kata Guntur.

    Sewaktu Soekano sedang bersiap mau tidur, tahu-tahu datang Jenderal Sabur, ajudan Soekarno, mengetok kamarnya. Langsung Sabur "dikepret" oleh Soekerno sebelum pintu kamar sempat terbuka keseluruhannya.

    > Soekarno: "Heh, Bur ada apa kau datang malam-malam begini?!?" Aku kan sudah bilang aku mau istirahattt!!!"

    - Sabur: "Eh, eh, maaf Pak kami mengganggu, i...inii ... p ... p ... aak ..."

    > Soekarno: "Aaaapppaaaa ... ini .. ini ... hah!"

    - Sabur: "Ini ... pak ... a ... ada ... u ... utusan ... dar ..."

    > Soekarno: "Dari mannnaaaaaa??? ... persetaaaaannn!! ... aku mau molor!!"

    - Sabur: "Ada utusan Presiden Nasser Pak!!!

    > Soekarno: Tidddaaaaakkkkk ... fffffferrddullllliiii ... Haaaah... apaaaaa?!?!?! .. .

    - Sabur: Ada utusan Presiden Nasser Pak!

    > Soekarno: Maneh gelo! . . . kunaon maneh teu ngomong' ti tadiiiii!!! (kamu gila ... kenapa tidak ngomong dari tadi!!).

    - Sabur: ?!?!?!?!?!?! ...

    > Soekarno: Siapa utusannya???

    - Sabur: Marsekal Amir Pak ...

    > Soekarno: Di mana dia sekarang?

    - Sabur: ... iiinnniiiiii ... p ... pak ... aya di pengker abdiii (ada di belakang saya).

    > Soekarno: Lailahhh ... silahkan dia masuk cepaaattt!!!

    ACEH SINGKIL MENCEKAM
    Aceh Singkil Mencekam, Satu Gereja Dibakar, 2 Tewas
    Gereja Dibakar di Aceh Singkil, Inilah Dugaan Penyebabnya

    Selanjutnya: Setelah Marsekal Hakim Amir...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.