Kerusuhan di Aceh Singkil, LSM: Ungkap Aktor Intelektual  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aceh Singkil. google maps

    Aceh Singkil. google maps

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Masyarakat sipil Aceh meminta polisi segera memproses kerusuhan warga yang terjadi di Aceh Singkil. "Jika dibiarkan lama, akan mengakibatkan terjadi konflik besar yang akan memakan lebih banyak korban jiwa," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Mustiqal Syah Putra, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Menurutnya, proses penegakan hukum yang adil dan bermartabat harus dilakukan karena persoalan yang terjadi di Singkil merupakan kejadian yang mencederai semangat penegakan hukum dan perdamaian. Selain itu Mustiqal meminta aparat kepolisian mengungkapkan aktor intelektual di belakang kerusuhan.

    "Jika aktor intelektual ini tidak diungkap, akan muncul kejadian berulang," katanya. Mustiqal mendesak polisi dan TNI bekerja sama untuk mencegah konflik antarumat muslim dan nonmuslim yang terjadi di Singkil meluas.

    Hal senada disampaikan Direkur Koalisi NGO HAM, Zulfikar Muhammad. Dia menilai akar persoalan di Singkil bisa diredam jika ada dialog antarpemuka agama. "Lewat dialog, (pemuka agama) dapat memberikan peringatan kepada masyarakatnya masing-masing untuk menahan diri agar tidak terprovokasi dalam bentuk apa pun," katanya.

    Pemerintah Aceh juga diminta melakukan upaya yang serius menyelesaikan kasus yang terjadi di Singkil karena selama ini, kata dia, pemerintah sering sekali mengabaikan kasus yang serupa. Kalau sejak awal pemerintah dapat mengambil peran untuk menjawab persoalan yang terjadi, Zulfikar yakin kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tidak akan terjadi.

    Koordinator Kontras Aceh, Hendra Saputra, meminta pemerintah Aceh harus sesegera mungkin mendorong upaya dialogis dan menyentuh akar persoalan dengan mengedepankan prinsip rekonsiliasi dan integrasi.

    Hendra minta aparat kepolisian dan semua pihak yang terlibat dalam perkara ini tidak melakukan hal-hal yang dapat memancing kerusuhan dan memperkeruh suasana untuk mencegah potensi emosional massa. "Agar aparat dapat memberikan perlindungan bagi kedua belah pihak yang berkonflik dan mencegah terjadinya konflik susulan," ujar Hendra.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Husein Hamidi mengatakan situasi di Singkil sudah dapat dikendalikan polisi. Menurutnya saat ini polisi masih terus berpatroli dan telah membubarkan massa. “Kami sedang lakukan upaya penangkapan, baik yang melakukan penembakan maupun yang menyerang,” ujarnya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.