Heboh Sandal Berlafaz Allah, 10 Ribu Sandal pun Dibakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandal yang bermotif lafaz Allah dibagian alasnya dimusnahkan di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Surabaya, 13 Agustus 2015. Pihak perusahaan berjanji akan menarik sandal tersebut dari pasaran. Fully Syafi

    Sandal yang bermotif lafaz Allah dibagian alasnya dimusnahkan di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Surabaya, 13 Agustus 2015. Pihak perusahaan berjanji akan menarik sandal tersebut dari pasaran. Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak sepuluh ribu sandal berlafaz "Allah" dibakar di pelataran Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Selasa, 13 Oktober 2015. Sandal yang diproduksi PT Pradipta Perkasa Makmur, yang berlokasi di Wringinanom, Kabupaten Gresik, itu dimusnahkan demi meredam kontroversi yang menyertai pemasaran sandal-sandal tersebut.

    Muzaki, Sekretaris PWNU Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk bijak dengan menghentikan tindakan saling tuding, yang bisa menimbulkan kekerasan dan konflik atas nama agama. “Maafkan mereka karena faktor ketidaktahuan,” kata Muzaki menunjuk kepada pengusaha produsen sandal bemerek Glacio itu.

    Long Hwa, pemilik perusahaan yang memproduksi Glacio, memang menyesal karena mengaku tak menyadari adanya lafaz itu. Dia menyatakan sudah lama memproduksi sandal. "Tapi, kalau produk ini (Glacio) baru satu tahun diproduksi,” ujar Long Hwa.

    Dia memesan matras cetakan Glacio dari Cina. Nanang, pencetak sandal, juga tidak mengetahui adanya lafaz Allah pada sandal tersebut. “Kami baru tahu setelah beredar kabar di media,” kata Hwa.

    Irhamto, pengacara Long Hwa, berharap kasus selesai dengan proses mediasi. Perusahaan, kata dia, memungkinkan warga yang sudah telanjur membeli untuk menukar. Adapun produk yang sudah tersebar dijanjikan akan ditarik kembali dari distributornya. “Sandal bisa ditukar langsung dan kami ganti.”

    Sandal yang berlafaz "Allah" di bagian telapak ramai diperbincangkan media sosial. Keberadaan sandal-sandal itu bahkan sudah diadukan ke kepolisian.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.