Soal Spanduk Presiden Megawati di Korsel, Ini Pembelaan PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk

    Spanduk "Presiden Megawati Soekarnoputri" di Busan, Korea. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, menilai tidak ada yang salah apabila Korea Selatan memasang spanduk bertulisan "Selamat Datang Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri" di Busan Indonesia Center. Menurut Masinton, tidak ada istilah mantan presiden dan Megawati pun masih merupakan Presiden Republik Indonesia kelima.

    Megawati memang diagendakan bertandang ke Korea Selatan, tepatnya ke Busan Indonesia Center. "Enggak ada masalah dengan itu. Dalam undang-undang tidak dikenal mantan presiden, yang ada adalah Presiden RI pertama Sukarno, presiden kedua Soeharto, presiden ketiga B.J. Habibie, presiden keempat Abdurrahman Wahid, presiden kelima Megawati, dan seterusnya," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Sebelumnya, beredar sebuah foto yang diunggah di media sosial. Dalam foto tersebut terpampang spanduk yang tersirat menerangkan bahwa Megawati Soekarnoputri akan berkunjung ke Korea pada 18 Oktober 2015. Sebuah spanduk telah disiapkan untuk menyambut Presiden RI kelima tersebut.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, spanduk tersebut dibuat oleh warga negara Korea Selatan pemilik gedung Busan Indonesia Center. Ternyata si pembuat spanduk, saat mencetak, tidak berkonsultasi lebih dulu dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan.

    DESTRIANITA K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.