Setya Novanto Ingin Luhut Pimpin Pemadaman Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah helikopter Mi-17 menyiramkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Ogan Komering Ulu, Sumatera selatan, 10 September 2015. Petugas melakukan penyeldikan terhadap kebakaran hutan yang meluas dan menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara. REUTERS/Beawiharta

    Sebuah helikopter Mi-17 menyiramkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Ogan Komering Ulu, Sumatera selatan, 10 September 2015. Petugas melakukan penyeldikan terhadap kebakaran hutan yang meluas dan menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dipilih menjadi koordinator penanganan masalah kebakaran hutan dan kabut asap. Menurut Setya, koordinator diperlukan untuk menjembatani koordinasi antarkementerian.

    “Menurut saya, Pak Luhut paling tepat," kata Setya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 13 Oktober 2015. Menurut dia, koordinasi antarkementerian perlu ditingkatkan agar kebakaran hutan bisa segera teratasi.

    Setya mengkhawatirkan penyelesaian kebakaran hutan ini akan memakan waktu lama karena kebanyakan daerah yang terjadi kebakaran hutan merupakan daerah gambut. Menurut dia, pemadaman kebakaran hutan hanya efektif jika hujan turun dengan intensitas besar.

    Karena kebakaran hutan semakin meluas, Setya mengusulkan agar peristiwa tersebut menjadi bencana nasional. Menurut dia, bencana ini sudah melanda Sumatera dan Kalimantan. “Dilihat dari luas dan dampak sosial, kebakaran hutan perlu dijadikan bencana nasional."

    Dalam rapat Satuan Tugas Pengendalian Nasional Operasi Darurat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, Luhut meminta para pelaku pembakaran hutan ditindak tegas. Rapat tersebut langsung dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

    Acara ini juga dihadiri Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kepala Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, serta jajaran Lembaga Penerbangan dan Antariksa.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI



     

     

    Lihat Juga