Mantan Irjen Kementerian Keuangan Dilaporkan ke Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo saat menjalani persidangan pembacaan putusan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 26 Mei 2015. Pengadilan mengabulkan sebagian gugatan Hadi, salah satunya memutuskan sprindik penetapan tersangka Hadi oleh KPK tak sah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo saat menjalani persidangan pembacaan putusan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 26 Mei 2015. Pengadilan mengabulkan sebagian gugatan Hadi, salah satunya memutuskan sprindik penetapan tersangka Hadi oleh KPK tak sah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hadi Rudjito dilaporkan ke Markas Besar Kepolisian RI. Rudjito diduga melakukan pemalsuan terkait dengan audit investigasi atas nota dinas penerimaan keberatan pajak PT Bank Central Asia Tbk yang dikeluarkan mantan Direktorat Jenderal Pajak Hadi Poernomo.

    Laporan audit investigasi bernomor Lap-33/IJ.9/2010 tanggal 17 Juni 2010 itu merupakan salah satu dokumen yang menjadi dasar Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka pada 21 April 2014. KPK menyangka Hadi menyalahgunakan wewenang dalam kasus keberatan pajak PT BCA sehingga merugikan negara sekitar Rp 375 miliar.

    BACA JUGA
    Ibu dan Anak Dibunuh di Cakung, Polisi: Pelakunya Adalah...

    Kata Menteri Khofifah, Batu Akik Turunkan Angka Perceraian

    Hadi Rudjito, yang menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan ketika audit investigasi pajak BCA berlangsung, dilaporkan Aryadi Jaya pada 25 Juni 2015. Aryadi melaporkan Hadi Rudjito atas dugaan pemalsuan atau memberikan keterangan palsu dalam akta otentik. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pun telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan pada 3 Juli 2015.

    Hadi Rudjito enggan berkomentar soal pelaporan dirinya oleh Aryadi ke polisi. “Saya pernah diperiksa Bareskrim,” kata Hadi Rudjito, seperti dilansir majalah Tempo edisi 12-18 Oktober 2015 dalam artikel "Pak Pung Bertahan dengan Menyerang".

    Mantan Kepala Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak mengaku pernah menerima laporan kasus Hadi Poernomo ketika masih menjabat. Namun Victor, yang kini sudah pensiun, tak bersedia menjelaskan detail laporan tersebut. Juru bicara Mabes Polri, Komisaris Besar Agus Rianto, bahkan tak memberikan konfirmasi apa pun soal laporan tersebut.

    BERITA MENARIK
    Pernikahan Sejenis di Boyolali, Darno: Kami Hanya Syukuran

    Jero Pakai Dana Negara Buat Pijat dan...

    Pelapor kasus ini bukan orang asing bagi Hadi Poernomo. Berdasarkan penelusuran majalah Tempo, Aryadi pernah tercatat sebagai pemegang saham perusahaan keluarga Hadi, PT Adi Jaya Sentosa. Dalam akta terbitan Juni 2009, saham perusahaan pengelola Hotel Aneka Lovina, Bali, itu dimiliki Aryadi bersama putri pertama Hadi, Ratna Permata Sari, yang masing-masing menguasai 33,3 persen saham. ”Aryadi juga anak kandung Hadi Poernomo,” ucap seorang kolega Hadi Poernomo.

    Laporan dugaan pemalsuan ini menjadi dasar Hadi Poernomo menggugat Kementerian Keuangan terkait dengan laporan audit investigasi di Pengadilan Tata Usaha Negara. Sejak 18 Agustus 2015, dia melaporkan gugatannya, yang mulai disidangkan akhir September 2015. Dalam berkas gugatannya, Hadi Poernomo menyebutkan, gara-gara laporan audit itu, dia dijadikan tersangka oleh KPK. Selain itu, menurut Hadi, laporan tersebut mencemarkan nama baiknya.

    Hadi Poernomo memohon kepada PTUN agar membatalkan laporan audit investigasi itu. Di luar persidangan PTUN, dia memilih mengunci mulutnya rapat-rapat. "Nanti saja. Ini masih awal," tutur Hadi Poernomo, yang juga sedang menjalani persidangan peninjauan kembali atas putusan praperadilan. Pada 26 Mei 2015, hakim praperadilan membatalkan status tersangka Hadi Poernomo. Komisi antirasuah pun mengajukan peninjauan kembali.

    YULIAWATI

    SIMAK PULA
    Ledakan Bom di Ankara, Turki Tuding ISIS Bertanggung Jawab
    Tragedi Mina, Politisi PKB: Orang Masih Hidup Ditumpuk Mayat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.