Rhoma Irama Yakin Partai Idaman Jadi Partai Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama menjawab pertanyaan awak media saat menggelar konferensi pers di Jakarta, 20 Juli 2015. Rhoma Irama meminta pemerintah memberikan tindakan tegas dalam menyelesikan kasus kerusahan di Tolikara demi menciptakan iklim kondusif dalam kerukunan umat beragama. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Rhoma Irama menjawab pertanyaan awak media saat menggelar konferensi pers di Jakarta, 20 Juli 2015. Rhoma Irama meminta pemerintah memberikan tindakan tegas dalam menyelesikan kasus kerusahan di Tolikara demi menciptakan iklim kondusif dalam kerukunan umat beragama. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi yang berjulukan Raja Dangdut, Rhoma Irama, kini makin aktif berpolitik dengan menjadi ketua umum dari partai bentukannya, Partai Islam Damai dan Aman (Idaman). Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor DPP Partai Idaman di Jalan Dewi Sartika Nomor 44 kemarin, Rhoma mengklaim masyarakat sangat antusias terhadap partai besutannya ini. “Saya yakin dan optimistis Partai Idaman akan jadi partai besar pada 2019 nanti karena antusiasme masyarakat yang tinggi,” ujar Rhoma Irama.

    Awalnya Rhoma menepis kabar bahwa lewat partainya ini ia ingin menjadi calon presiden kembali. Setelah didesak ihwal pencalonannya pada Pemilu 2019 nanti, kepada Tempo, Rhoma menjawab dengan senyum, “Lihat nanti.”

    Rhoma mengatakan, sebagai partai baru, Partai Idaman hanya bisa menjadi partai pendukung, belum bisa mencalonkan kadernya. Pemimpin orkes Melayu Soneta Grup ini sendiri sudah terjun ke dunia politik sejak 1977. Saat itu, Rhoma Irama bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Rhoma Irama juga sempat menjadi juru kampanye Golkar, kemudian kembali berlabuh di PPP.

    Rhoma Irama sempat digadang-gadang menjadi calon presiden oleh PPP. Namun pencalonannya gagal karena elektabilitas Rhoma Irama kalah dibandingkan dengan Suryadharma Ali. Rhoma Irama kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa pada Pemilu 2014.

    Setelah dari PKB, Rhoma kembali memutuskan untuk pindah kendaraan politik. Pada awal 2015, dia bergabung dengan Partai Bulan Bintang. Namun Rhoma memutuskan keluar dan mendirikan partai baru.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.