Ridwan Kamil Renovasi Rumah Dinas dan Balaikota Rp 6 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan pemaparan pada warga di pendopo rumah dinas walikota di Bandung, Jawa Barat, 13 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan pemaparan pada warga di pendopo rumah dinas walikota di Bandung, Jawa Barat, 13 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali melakukan sejumlah perbaikan tata ruang. Renovasi yang dilakukan di antaranya adalah perbaikan plaza Balai Kota Bandung dan Rumah Dinas alias Pendopo Kota Bandung.

    "Di Pendopo kami perbaiki lanskap dan ada penambahan ruang rapat karena sering ada kebutuhan rapat tapi saya tidak mau mengganggu kegiatan di Pendopo," kata Ridwan Kamil, Senin, 12 Oktober 2015.

    Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Bandung Roni Ahmad Nurudin menjelaskan, perbaikan plaza Balai Kota Bandung menelan anggaran biaya mencapai Rp 2 miliar. "Di Balai Kota renovasi pelataran upacara," ujarnya.

    Berbeda dengan di Balai Kota, renovasi di Pendopo Kota Bandung menelan biaya lebih mahal. Total perbaikan mencapai Rp 4 miliar lebih. Renovasi mencakup taman lonceng bakal dibuat lebih menarik dan cantik. Pagar besi setinggi pinggang orang dewasa yang selama ini menutupi taman akan dicabut, sehingga nantinya siapapun bisa masuk ke dalam taman. "Penataan buat parkir juga. Tapi renovasi titik beratnya ke taman," ujarnya.

    Selain taman, di belakang rumah dinas Ridwan Kamil bakal dibangun juga gedung pertemuan baru yang berfungsi sebagai ruang rapat. Roni menjelaskan, perbaikan dan penambahan aset-aset Pemkot Bandung tersebut dijadwalkan selesai pada bulan Desember 2015. "Waktu mulainya berbarengan tapi pemenang lelangnya beda," kata Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.