Kamis, 22 November 2018

Ini Strategi Telkom University Menjaring Mahasiswa Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Bangau - APTRG (kiri atas), Tim Arakula - ISS (kanan) dan Tim Gatotkaca - APTRG (kiri bawah) berhasil mengukir prestasi pada Komurindo fan Kombat 2015 yang berlangsung pada 2-5 Agustus 2015 di Calai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. SUMBER FOTO : telkomuniversity.ac.id. KOMUNIKA ONLINE

    Tim Bangau - APTRG (kiri atas), Tim Arakula - ISS (kanan) dan Tim Gatotkaca - APTRG (kiri bawah) berhasil mengukir prestasi pada Komurindo fan Kombat 2015 yang berlangsung pada 2-5 Agustus 2015 di Calai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. SUMBER FOTO : telkomuniversity.ac.id. KOMUNIKA ONLINE

    SWA.CO.ID, Jakarta - Telkom University membuka program sarjana terapan di bidang multimedia. Program ini, menurut Ama Suyanto, Vice Rector of Admission & International Partnership Telkom University, diyakini masih diminati calon mahasiswa. Tahun lalu, Telkom University juga membuka program S1 di bidang perhotelan. “Nanti juga akan dibuka S1 Logistik, Supply Chain Management, Manajemen Seni, dan Manajemen Informatika,” ujarnya.

    Jurusan di Telkom University rata-rata mendapat akreditasi A dan B. Targetnya, pada 2016 adalah 90 persen jurusan mendapat akreditasi A. Mengenai program unggulan, di Teknik, jurusan yang paling favorit adalah Teknik Elektro, Teknik Komunikasi, Teknik Industri, dan Teknik Informatika. Di Manajemen, jurusan yang favorit adalah Manajemen Bisnis dan Ilmu Komunikasi. Sedangkan di Seni, jurusan yang favorit adalah DKV (Desain Komunikasi Visual) dan Design Interior.

    Menurutnya, saat ini modelnya adalah kolaborasi, bukan transaksi. Oleh karena itu, Telkom University telah bekerja sama dengan universitas-universitas di Asia, Belanda, Jerman, Vietnam, Malaysia, Thailand, Cina, Hong Kong, dan Inggris.

    Kerja sama yang dilakukan antara lain study exchange dan dual degree. Di Jerman, Telkom University bekerja sama dengan universitas di sana untuk mengembangkan smart city. Hal ini sesuai dengan program Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang ingin menjadikan Bandung sebagai Smart City. Telkom University diminta menjadi tim untuk bergabung dalam pengerjaan proyek tersebut. Tim Telkom University yang terdiri dari 4 orang dosen ini, diminta membuat desain untuk Bandung Smart City. Agar para mahasiswanya mendapat pengalaman, proyek ini turut dibantu oleh mahasiswa-mahasiswa dari Telkom University.

    Salah satu rencana pengembangan Telkom University adalah membuka Telkom National Campus. Nantinya, Telkom University akan berekspansi ke kota selain Bandung. Kampus-kampus ini akan bersinergi dengan kebutuhan lokal. Misalnya nanti akan buka kampus di Kalimantan. Di Kalimantan akan membuka jurusan pertambangan karena di sana banyak daerah pertambangan. Rencana ini akan terwujud jika kampus Telkom University yang ada di daerah Geger Kalong dan Buah Batu sudah beroperasi secara maksimal.

    Rencananya, di tahun 2017, Telkom University akan membuka kampus di Purwokerto dan Jakarta. Telkom University juga menargetkan akan menjadi World Class University di tahun 2017.

    Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Telkom University menambah kelas internasional menjadi 6 kelas terdiri dari jurusan Teknik Komunikasi, Teknik Industri, Teknik Informatika, Manajemen Bisnis, dan Administrasi Bisnis. Seluruh mata kuliah di kelas internasional ini, akan disampaikan dalam bahasa Inggris.

    Tahun ini, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar hampir 27 ribu orang. Namun, Telkom University hanya menerima 6.500 orang. sedangkan mahasiswa asing yang mendaftar ada 435 orang, namun yang bisa diterima hanya 40 orang. Kebanyakan mahasiswa asing memilih jurusan Fashion Design. “Mereka ingin belajar bagaimana membuat desain ala Asia dan cara membatik,” ujar Suyanto

    Tahun depan, Telkom University akan menerima 6.650 orang mahasiswa. Angka Penerimaan Kasar (APK) Indonesia baru mencapai 30 persen, yang berarti anak-anak Indonesia berumur 18-23 tahun yang masuk ke perguruan tinggi hanya 30 yang berkuliah. Padahal, di negara maju APK-nya sudah di atas 60 persen.

    Karena itu, Telkom University bersemangat untuk menambah mahasiswa. “Jika bukan kami, siapa lagi?,” jelas Suyanto. Tahun depan Telkom University akan menambah 84 dosen. Suyanto mengatakan, rata-rata pertumbuhan mahasiswa dan dosen naik 10 persen per tahunnya.

    Ada 5 jalur untuk masuk ke Telkom University. Pertama, jalur rapor (60 persen), jalur tes, jalur undangan, jalur kerja sama dengan perusahaan (7 persen), jalur unggulan (beasiswa), dan Computer Based Test. Untuk program unggulan, Telkom University akan membiayai mahasiswa yang lolos hingga lulus kuliah. Dana yang digelontorkan mencapai Rp 20 miliar per tahunnya.

    Saat ini, peringkat Telkom University di Webometric berada di angka 5.000, namun Suyanto menargetkan 2 tahun lagi Telkom University akan berada di bawah 1.000.

    SWA.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.