Anak-anak OC Kaligis Bikin Kantor Pengacara Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis

    Infografis "Rangkaian Suap O.C Kaligis". (Foto: TEMPO/SURYO WIBOWO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak pengacara kondang Otto Cornelis "OC" Kaligis membuka kantor pengacara baru, "Kaligis & Associates". Nantinya kantor itu akan berfokus menangani masalah hukum korporasi (corporate law). "Kami berbeda dengan kantor hukum ayah yang fokus pada litigasi," kata salah satu putra OC Kaligis, Bernard Kaligis, di sela acara peresmian kantor barunya, Senin, 12 Oktober 2015.

    Peresmian ini dihelat tanpa kehadiran OC Kaligis, yang harus mendekam di rumah tahanan KPK sejak 13 Juli 2015 lantaran menjadi terdakwa kasus penyuapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Kantor OC Kaligis, menurut Bernard, kini dikelola bukan oleh keluarga Kaligis. "Sekarang diambil alih oleh para advokat senior di sana," ujarnya.

    Kantor lima lantai milik Bernard itu berlokasi di kompleks perkantoran di Jalan Majapahit Permai, Jakarta Pusat. Itu merupakan kompleks yang sama dengan kantor OC Kaligis, yakni "Advocates & Legal Consultant OCK". Letak dua kantor itu berpunggungan.

    Menurut Bernard, kantornya akan menyasar korporasi pemula di kelas menengah sebagai klien. "Kami tak seperti kantor pengacara lain yang mematok harga mahal," ujar lulusan Duke University School of Law itu.

    Ide pendirian kantor hukum baru ini, kata Bernard, terpengaruh juga oleh niat Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan ekonomi kelas menengah. "Idenya jadi pas karena kami punya modal, wadah, sumber daya, yang bisa membantu korporasi kelas menengah dalam urusan hukum korporasinya," ujarnya. Biasanya urusan perusahaan seperti review agreement, joint venture, merger, akuisisi, hingga urusan melantai di bursa.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.