Kekayaan Rizal Ramli Capai Rp 19 Miliar, dari Mana Asalnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli  saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Rizal Ramli ke Gedung KPK untuk menyerahkan laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) setelah menjabat sebagai menteri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Rizal Ramli ke Gedung KPK untuk menyerahkan laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) setelah menjabat sebagai menteri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli telah menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, pada Senin siang, 12 Oktober 2015.

    Kepada awak media, Rizal Ramli menyebutkan nilai harta kekayaannya mencapai Rp 19 miliar. "Total (harta kekayaan) sekarang Rp 19.120.563.000," kata Rizal.

    Rizal Ramli mengatakan peningkatan nilai hartanya dibanding laporan terakhir pada 2005-2006 kepada KPK yang mencapai Rp 7,3 miliar, disebabkan adanya kenaikan nilai jual obyek pajak. "Dari jumlah aset berkurang karena dijual. Tapi dari segi nilai terjadi peningkatan karena kenaikan NJOP," ujar Rizal Ramli.

    Rizal Ramli menuturkan, pengurangan jumlah aset berada pada kepemilikan tiga bidang tanah, yang diakui sebanyak dua bidang dijual, dan satu bidang dihibahkan. Harta bergerak berupa dua buah kendaraan telah dijualnya pada 2003 dan 2010 dengan nilai Rp 370 juta. Rizal juga mengaku sudah tidak menyimpan batu mulia, karena telah diwariskan kepada anak perempuannya setelah istrinya meninggal.

    Sementara Rizal Ramli juga menyebutkan terjadi penambahan jumlah barang seni yang dimilikinya. "Barang seni ada 22 buah dengan nilai Rp 34 juta, sekarang berjumlah 42 kebanyakan lukisan. Nilainya ditaksir Rp 500 juta," kata Rizal. "Tidak ada perubahan surat berharga berupa saham, sementara uang tunai deposito dan sebagainya sekarang total ada Rp 1.278 miliar dan US$ 23.712."

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.