Tiga Batalion Ikut Cari Helikopter Hilang Kontak di Toba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Toba yang dilihat dari desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pemandangan Danau Toba yang dilihat dari desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Medan - TNI mengerahkan tiga batalion untuk mencari helikopter yang hilang kontak sejak Ahad, 11 Oktober 2015, kemarin siang, dan diduga terjun ke Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara. Kepala Penerangan Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan Kolonel Enoh Solehudin mengatakan Panglima Kodam I/BB Mayor Jenderal Lodewyk Pusung memerintahkan personel dari tiga batalion infanteri yakni Batalion 122, Batalion 123, dan Batalion 125 Simbisa bergabung dengan tim SAR.

    "Seluruh personil Kodam I/BB dari tiga batalion dan Kodim Tapanuli Utara serta Korem Kawal Samudera berjumlah 500 personil sudah bergabung di posko SAR," kata Enoh kepada Tempo, Senin, 12 Oktober 2015. Mereka bergabung di posko lapangan Kantor Camat Onan Runggu.

    Sebuah helikopter carteran jenis Eurocopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta berpenumpang lima orang diawaki kapten
    Teguh Mulyatno (pilot), Hari Poerwantono (teknisi), dan tiga penumpang yaitu Nurhayanto, Giyanto, dan Frans hilang kontak Ahad kemarin siang. Heli itu tengah terbang dari Pulau Samosir ke Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Tim pencarian segera mendirikan posko lapangan SAR di Kecamatan Onang Runggu serta Posko Utama di Bandara Kualanamu. Mereka berfokus mencari di wilayah Samosir, khususnya perairan Danau Toba. "Posko SAR sudah didirikan di Onan Runggu. Nanti semua informasi dari sana akan disampaikan ke posko utama di Bandara Kualanamu," ujar Kepala SAR Medan, Rochmali, kepada Tempo, Senin, 12 Oktober 2015. "Kami mendapat informasi dari masyarakat soal dentuman air."

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?