Helikopter Hilang Kontak Diduga Jatuh di Danau Toba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi helikopter EC 130. airnetinfo.com

    Ilustrasi helikopter EC 130. airnetinfo.com

    TEMPO.CO, Medan - Pencarian helikopter yang hilang kontak dalam penerbangan dari Desa Siparmahan Sihotang, Kecamatan Harian Boho, menuju Bandara Kualanamu, dilanjutkan Senin pagi, 12 Oktober 2015. Tim SAR fokus menyisir area Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

    Posko lapangan SAR didirikan di Onang Runggu. Adapun posko utama di Bandara Kualanamu. "Kami fokuskan menyisir wilayah Samosir khususnya perairan Danau Toba. Posko SAR sudah didirikan di Onan Runggu. Semua informasi dari sana akan disampaikan ke posko utama di Bandara Kualanamu," ujar Kepala SAR Medan, Rochmali, kepada Tempo, Senin, 12 Oktober 2015.

    Dalam operasi pencarian heli pagi ini, tim gabungan yang terlibat yang terdiri dari 20 personel SAR Medan dan 20 anggota Brimob. Dari Batalion Simbisa, TNI Angkatan Darat, disiagakan 400 personel dan dari Polairud 5 personel.

    Pencarian dilakukan di Danau Toba karena informasi adanya warga yang melihat helikopter terbang rendah pada Minggu siang kemarin, disusul bunyi dentuman diduga akibat benturan keras di air. "Kami memperoleh informasi dari masyarakat soal dentuman air," ujar Rochmali.

    Sebuah helikopter carteran jenis Eurocopter EC 130 PK-BKA milik PT Penerbangan Angkasa Semesta berpenumpang lima orang diawaki Kapten Teguh Mulyatno (pilot), Hari Poerwantono (teknisi), dan tiga orang penumpang yaitu Nurhayanto, Giyanto, dan Frans hilang kontak kemarin siang dalam penerbangan dari Pulau Samosir ke Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.