Subang-Indramayu Bakal Dibangun Pelabuhan Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Ratusan peti kemas menunggu untuk diangkat dan diangkut menuju kapal kontainer.  Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Ratusan peti kemas menunggu untuk diangkat dan diangkut menuju kapal kontainer. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    TEMPO.CO, Purwakarta - Pelabuhan internasional di Jawa Barat dipastikan dibangun di tapal batas antara Subang dan Indramayu. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, saat ini tengah dilakukan studi kelayakan terhadap proyek tersebut.

    Deddy menjelaskan tahapan proyek pelabuhan internasional Subang itu sebagai pengganti lokasi Cilamaya, Karawang, yang digagalkan pemerintah pusat. ”Jika sudah beroperasi, pelabuhan di Subang akan menjadi penyangga pelabuhan internasional Tanjung Priok,” ujar Deddy di Purwakarta, Senin, 12 Oktober 2015.

    Deddy mengatakan pembangunan pelabuhan internasional Subang sudah sangat mendesak. Sebab, para pelaku dunia usaha, baik ekportir dan importir yang pabriknya ada di Jawa Barat, saat ini sudah kewalahan dengan tingginya ongkos bongkar muat pelabuhan Tanjung Priok. ”Solusinya ya harus segera ada pelabuhan internasional di Jawa Barat,” ujarnya. Hanya saja, membangun pelabuhan internasional tidak semudah membalikkan telapak tangan. Minimal, kata Deddy, perlu waktu lima tahun.

    Deddy menyebut jika pelabuhan Subang sudah beroperasi akan diberlakukan pengangkutan logistik dengan sistem kanal. ”Kanal dari Cibitung-Bekasi-laut (pelabuhan). Sehingga, pengangkutan logistik berlangsung mudah dan murah,” kata dia.

    Selain bakal memiliki pelabuhan internasional di Subang, Dedi berujar Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus meningkatkan kapasitas Pelabuhan Cirebon. Pemerintah Jawa Barat merupakan salah satu pemegang saham di sana.

    Menteri Perindustrian Saleh Husein menyatakan bahwa akibat hanya memiliki satu pelabuhan internasional, yakni Tanjung Priok, para pengusaha dari Jepang, Korea, dan lain-lain, mengeluhkan ihwal mahalnya ongkos logistik. ”Tanjung Priok sudah padat, otomatis ongkos logistik jadi mahal,” ujarnya menjelaskan.

    Menteri Saleh berharap proyek pelabuhan internasional ini segera terealisas sebagai pengganti Cilamaya yang dibatalkan. ”Tapi jangan tanya lokasinya di mana, saya tidak tahu,” ujar Saleh.

    Bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan sudah mendapatkan informasi kepastian pembangunan pelabuhan internasional di daerahnya. ”Tepatnya di Pantai Patimban,” kata Ojang. Menurut dia, di lokasi Pantai Patimban tersebut, sebelum dipastikan jadi lokasi pelabuhan internasional juga sedang dibangun pelabuhan perintis. Pembangunan dermaganya masih terus dilakukan.

    Ojang menjelaskan, kecuali pembangunan dermaga, pihaknya juga sudah membangun infrastruktur jalan yang menghubungkan Pantai Patimban dengan ruas jalur utama Pantai Utara di Mundu, Pusakanagara, sejauh 12 kilometer dengan lebar 30-40 meter.

    Infrastruktur pendukung lainnya yang kini sudah tersedia adalah Tol Cikopo-Palimanan. Dengan demikian, sinergitas antara pelabuhan internasional dan sarana pendukungnya sudah tak ada masalah.

    Ia berharap kehadiran Pelabuhan Patimban makin mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Subang, terutama sektor industri, perdagangan, dan kepariwisataan.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.