Muhaimin Iskandar Minta Kader PKB Belajar dari Mario Teguh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhaimin Iskandar beserta istri setibanya di rumah Megawati Soekarnoputri dalam acara open house Idul Fitri, di Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Muhaimin Iskandar beserta istri setibanya di rumah Megawati Soekarnoputri dalam acara open house Idul Fitri, di Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meminta para kader partainya semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar dekat dan komunikatif dengan masyarakat.

    Perubahan teknologi yang ditandai pergeseran pola komunikasi seperti jejaring sosial itu, menurut Muhaimin, sudah jadi kewajiban mutlak yang perlu dikuasai kader dari lapis atas sampai bawah.

    Muhaimin mencontohkan contoh kecil respon publik yang bergeser dan cenderung lebih antusias ketika berinteraksi dan berkomunikasi melalui jejaring sosial dibandingkan pertemuan tatap muka langsung.

    "Antara kyai lewat pengajian rutinnya dan umat berkumpul, dengan umat di rumah yang mengikuti Twitter-nya Mario Teguh," ujar Muhaimin dalam orasi pelatihan kader tingkat menengah di Yogyakarta, Minggu 11 Oktober 2015.

    Menurut pengamatan Muhaimin, antusiasme follower twiter Mario Teguh sangat responsif dan antusias menanggapi dan mengmentari status apapun yang dituliskan si motivator itu. '

    Baca juga:
    Kisah Kapolri Badrodin Haiti Dipukul Gesper Bapaknya
    Rumah Pembunuh Bocah dalam Kardus Jadi Tontonan Warga

    "Padahal yang disampaikan Mario Teguh itu sebagian ya mengambil dari kyai-kyai (yang menggelar pertemuan langsung) itu," ujar Muhaimin.

    Muhaimin mencontohkan ketika sang motivator menulis status doa: "Ya Allah berikanlah hari ini penuh kesuksesan, rejeki yang barokah, ilmu yang manfaat, yang setuju bilang 'Amin', puluhan ribu follower langsung bilang 'Amin'.

    Cara komunikasi dan pemanfaatan jejaring sosial seperti dilakukan Mario Teguh itulah yang menurut Muhaimin menjadi penanda telah terjadi perubahan besar di masyarakat tentang teknologi dan komunikasi.

    "Komunikasi di tengah masyarakat yang berubah ini menjadi tantangan para kader," ujar Muhaimin.

    Sebab, Muhaimin mengakui, PKB bukanlah partai bermodal kuat seperti halnya Golkar. Yang dianggap memiliki potensi dana dan sumber daya seperti tak terbatas.

    "Kita tak memiliki M3, men, money, dan media, sehingga inovasi, komunikasi, kerja keras uang bisa diandalkan," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.