Personel Kodim Ikut Cari Helikopter yang Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan helikopter

    Ilustrasi kecelakaan helikopter

    TEMPO.CO, Medan - Personel Kodim 0210/TU dan anggota Koramil terus melakukan pencarian helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) yang dilaporkan hilang dalam penerbangan dari Kabupaten Samosir menuju Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu siang, 11 Oktober 2015.

    "Sejak siang tadi hingga sore hari masih terus melacak helikopter yang hilang kontak tersebut," kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Enoh Solehuddin saat dihubungi Minggu, 11 Oktober 2015.

    "Sejak diketahui informasi mengenai helikopter hilang kontak tersebut, prajurit Kodim 0210/TU terus dikerahkan langsung ke lapangan bersama Polres Toba Samosir," ujar Enoh.

    Pencarian helikoter tersebut, menurut Enoh, akan dilanjutkan Senin siang karena sudah malam.

    Dia menjelaskan, pencarian helikopter tersebut dilakukan Kodim 0210/TU, karena wilayah Kabupaten Samosir, Toba Samosir Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara termasuk wilayah teritorial mereka.

    "Sampai saat ini, belum diketahui helikopter yang hilang kontak itu  berada di mana," kata Kapendam Enoh.

    Sebelumnya, Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto yang dihubungi di Medan, Minggu malam, mengatakan, helikopter tersebut terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu. Helikopter milik PT PAS yang dikemudikan pilot Teguh Mulyatno tersebut seharusnya tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 12.23 WIB.

    Namun helikopter EC-130 PK-BKA yang diisi engineer Heri Poerwantono serta tiga penumpang Nurhayanto, Giyanto, dan Frans tersebut hilang kontak sebelum tiba di Bandara Kualanamu.

    "Bahkan, pilot pun belum sempat kontak ke Kualanamu," katanya.

    ANTARA | KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.