Cari Helikopter yang Hilang, Polda Sumut Turunkan Tim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan helikopter

    Ilustrasi kecelakaan helikopter

    TEMPO.CO, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menurunkan tim untuk mencari helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) yang hilang kontak setelah terbang dari Samosir.

    Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dihubungi di Medan, Minggu malam, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel Kepolisian Resor sekitar Danau Toba untuk melakukan pencarian.

    Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kanto SAR Medan untuk memaksimalkan pencarian jenis EC-10 PK-BKA tersebut.

    Namun sampai saat ini, kepolisian belum menemukan helikopter yang berencana terbang menuju Bandara Kualanamu di Kabupaten Deliserdang itu.

    Secara institusi dan kemanusiaan, kepolisian berharap pilot dan penumpang helikopter tersebut ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, Polda juga perlu melakukan antisipasi untuk kemungkinan terburuk, terutama jika helikopter tersebut jatuh dan seluruh penumpangnya tewas.

    Setelah berkoordinasi dengan Bidang Dokkes Polda Sumut, Nainggolan berharap keluarga pilot dan penumpang helikopter itu untuk mempersiapkan data "antemortem".

    Data itu terdiri dari dokumen sidik jari, data gigi, tanda-tanda khusus di badan, foto diri, dan properti yang dimiliki pilot dan penumpang penumpang pesawat tersebut.

    Data-data tersebut hanya bersifat persiapan untuk mempermudah proses identifikasi jika terjadi kemungkinan terburuk dari helikopter yang hilang kontak itu.

    "Kami berharap semua selamat, tetapi kepolisian perlu melakukan persiapan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk untuk mempercepat identifikasinya," katanya.

    Helikopter milik PT PAS yang terbang dari Samosir pada Minggu pukul 11.33 WIB menuju Bandara Kualanamu hilang kontak. Helikopter tersebut terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu.

    Namun helikopter EC-130 PK-BKA yang diisi pilot Teguh Mulyatno, engineer Heri Poerwantono, serta tiga penumpang Nurhayanto, Giyanto, dan Frans tersebut hilang kontak sebelum tiba di Bandara Kualanamu.

    ANTARA | KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.