Danau Toba Berkabut Saat Helikopter yang Hilang Melintas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan helikopter

    Ilustrasi kecelakaan helikopter

    TEMPO.CO, Medan - Mangapar Limbong, warga Desa Harian, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menuturkan cuaca di perairan Danau Toba saat helikopter jenis Eurocopter B4 call sign PKE-KA yang terbang dari Pulau Samosir pukul 11.30 WIB tadi dan dilaporkan hilang kontak, dalam kondisi berkabut. Jarak pandang di perairan Danau Toba, kata Limbong, berkisar 500 meter.

    Warga sekitar pelabuhan penyeberangan di Kecamatan Nainggolan, menurut Limbong, sekitar pukul 12.00 WIB saat sebagian besar penduduk Kecamatan Nainggolan tengah beribadah di gereja, melihat helikopter terbang rendah di perairan Danau Toba menuju Balige, Toba Samosir.

    "Warga Nainggolan mengatakan kepada saya, mereka melihat helikopter terbang sangat rendah dan tiba-tiba tidak terlihat lagi di sekitar 500 meter dari Pelabuhan Kapal Ferry di Kecamatan Nainggolan," kata Limbong kepada Tempo, Minggu malam, 11 Oktober 2015.

    Malam ini, Limbong bersama warga berusaha menelusuri pantai Danau Toba di sekitar Pelabuhan Nainggolan mencari heli tersebut. "Karena warga di sini banyak yang melihat ada helikopter terbang rendah dengan posisi oleng ke kanan dan ke kiri dan menghilang sekitar jarak 500 meter dari bibir pantai Pelabuhan Nainggolan. Kami curiga heli itu terjun ke dalam danau," tutur Limbong.

    Satu helikopter jenis Eurocopter B4 call sign PKE-KA yang terbang dari Pulau Samosir pukul 11.30 WIB dilaporkan hilang kontak. Heli carteran milik PT PAS itu hingga pukul 15.00 WIB siang tadi belum mendarat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Menara Kualanamu kehilangangan kontak dengan heli tersebut.

    Helikopter itu, menurut kantor Search and Rescue (SAR) Medan, berpenumpang 4 orang dengan 1 pilot. Namun, data-data resmi pilot dan empat penumpangnya belum diketahui SAR.

    "Heli itu terbang dari Pulau Samosir, Kabupaten Samosir tadi pukul 11.30 WIB menuju Bandara Kualanamu. Tapi hingga pukul 15.00 WIB heli belum juga mendarat dan dilaporkan menara kehilangan kontak dengan heli," kata Kepala Kantor SAR Medan, Rochmali.

    Begitu menerima ada heli kehilangan kontak, menurut Rochamali, Kualanamu segera menghubungi kantor SAR Medan."Saya tadi sudah meminta notice to airmen atau notam untuk disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi ke semua pesawat yang melintas di sekitar rute Samosir menuju Kualanamu agar menditeksi singnal dijalur tersebut." ujar Rochmali.

    Hingga petang ini, Rochmali menambahkan, belum ada laporan signal heli terditeksi sekitar jalur Samosir ke Kuanalamu.

    "Karena ini sudah tahap mengkawatirkan, tadi semua Kepala Polsek sekitar Samosir hingga Kuanalamu sudah kami hubungi untuk memantau wilayahnya masing-masing,” ujar Rochmali. “Jika sampai malam ini belum ada tanda-tanda heli mendarat darurat, petugas SAR, akan segera membuka posko pencarian.”

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.