Akibat Kabut Asap: 9 Orang Tewas, 40 Juta Jiwa Menderita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa memperhatikan guru dengan menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. AP/Tatan Syuflana

    Sejumlah siswa memperhatikan guru dengan menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sumatera Selatan merupakan wilayah yang paling banyak jumlah titik apinya di Indonesia. Titik api di Sumatera Selatan sebanyak 7.982. Sedangkan di Kalimantan Tengah terdapat 5.844 titik api dan Jambi 1.169 titik api. Kabut asap pun mengancam.

    "Sudah ada 40 juta jiwa terkena paparan asap dan 9 orang meninggal akibat paparan asap langsung dan tidak langsung," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Minggu, 11 Oktober 2015.

    Baca juga:
    Kecelakaan Maut, Istri dan Anak Wali Kota Langsa Meninggal
    Rumah Pembunuh Bocah dalam Kardus Jadi Tontonan Warga

    Sejak Sabtu, 10 Oktober 2015, sudah ada 10 pesawat dan heli di Sumatera Selatan untuk mengatasi bencana kabut asap. Di antaranya heli MI-8 UR CMI, MI-171 UR CMT, MI-171 PK-IOS yang masing-masing dapat menampung 3,8 ton air; Bell 214b P2-MBH dan Super Puma AS 332 PK-DAN yang masing-masing berkapasitas 3 ton air; serta Bolkow 105 EAM dengan daya tampung 0,6 ton air.

    Sedangkan untuk pesawat ada Air Tractor VH-NWU dan Air Tractor VH-ZIN yang masing-masing menampung 3,2 ton air serta Bombardier CI 415 MP dari Malaysia berkapasitas 6 ton air. Untuk mengatasi kabut asap, Chinook dari Singapura yang dapat menampung 5 ton air dan Casa 212 dikerahkan untuk menciptakan hujan buatan dengan daya tampung 1 ton garam.

    "BNPB telah menghabiskan dana sebanyak Rp 385 miliar hingga September 2015. BNPB sudah meminta tambahan dana sebesar Rp 700 miliar dari Kementerian Keuangan," tutur Sutopo. Sutopo menjelaskan, titik api dalam kebakaran hutan tahun ini lebih luas dan panjang daripada tahun sebelumnya.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.