Kabut Asap Masih Tebal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap akibat kebakaran hutan di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. TNI mengerahkan 1.000 pasukannya untuk membantu memadamkan kebakaran. AP/Tatan Syuflana

    Sejumlah siswa menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap akibat kebakaran hutan di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. TNI mengerahkan 1.000 pasukannya untuk membantu memadamkan kebakaran. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Palembang - Bantuan peralatan dan personel penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan yang berdatangan masih belum terasa dampaknya oleh warga Kota Palembang. Saat ini kabut asap masih tebal. Di pagi hari jarak pandang hanya mencapai 200 meter.

    Agus Santoss, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Bandara SMB II Palembang, mengatakan pukul 06.00 WIB tadi jarak pandang di bandara berada pada kisaran 0,2 kilometer. "Jarak pandang di pagi hari masih belum normal akibat kabut," kata Agus Santosa, Sabtu, 10 Oktober 2015.

    Jarak pandang mulai agak membaik saat di siang hari. Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang mencapai 2,5 kilometer. Namun, "Kembali turun menjadi 1,5 kilometer 90 menit kemudian," ujar Agus.

    Sementara itu Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, menjelaskan bantuan helikopter Chinnok dan pesawat yang memuat personel dan peralatan dari Singapura telah mendarat di Lanud Palembang pada Sabtu siang tadi. Bantuan tersebut menyusul kedatangan pesawat CL415 Bombardier dan 21 personel masing-masing kru penerbang, delapan teknisi, dan satu wartawan dari Malaysia telah tiba semalam. "Bantuan ini sebagai pendukung peralatan dan personel yang telah ada di lokasi," ujarnya.

    Masih kata Sutopo, rencananya sore ini akan datang satu helikopter jenis Dolphin dengan empat kru penerbang. Rencana bantuan dari Singapura dan Malaysia itu hanya akan beroperasi selama dua minggu. Tim Malaysia rencananya akan ditempatkan di Pangkal Pinang dan melakukan water bombing di Selapan dan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Video Terkait:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.