Dari Rumah Bung Hatta, Jokowi: Reformasi Total Koperasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) berjalan bersama Menteri Desa Marwan Jafar (ketiga kanan) usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah infrastruktur di Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, 8 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Jokowi (tengah) berjalan bersama Menteri Desa Marwan Jafar (ketiga kanan) usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah infrastruktur di Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, 8 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Padang - Presiden Joko Widodo menilai saat ini koperasi belum berjalan secara maksimal. Dia meminta dilakukan reformasi terhadap badan usaha itu.

    "Koperasi yang tidak berjalan maksimal. Kita harus berani mereformasi total," ujarnya usai mengunjungi rumah kelahiran Proklamator RI Mohammad Hatta di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat, 9 Oktober 2015.

    Menurut Jokowi, saat ini pemerintah memberi perhatian terhadap pengembangan koperasi dan usaha mikro lainnya. Apalagi, kata Jokowi, ini sesuai dengan pemikiran Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

    Ekonom Sri Edi Swasono menilai instruksi presiden mereformasi total koperasi itu tepat, terutama terkait dengan peran koperasi sebagai upaya mencapai kemandirian dan kesejahteraan. "Harus dikembalikan ke aslinya, yakni koperasi harus milik anggota,” ujarnya usai menyambut kedatangan Presiden Jokowi di rumah itu.

    Menurut dia, saat ini banyak berdiri koperasi yang tidak sesuai dengan fungsinya. Misalnya, tidak adanya kekuataan anggota dalam menentukan arah koperasi tersebut.

    Padahal, kata Sri Edi, seharusnya rapat anggota menjadi penentu arah kebijakan koperasi. "Karena konsepnya menolong sesama anggota koperasi."

    Presiden Jokowi mengadakan kunjungan ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera sejak Kamis, 8 Oktober 2015. Dia membuat sejumlah agenda, di antaranya meninjau hasil pembangunan dengan dana desa dan memantau penanganan bencana kabut asap.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.