Krisdayanti Jadi Model Batik Banyuwangi 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krisdayanti mengunggah foto dirinya dalam balutan busana batik saat memperingati Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2015. Instagram/@krisdayantirl

    Krisdayanti mengunggah foto dirinya dalam balutan busana batik saat memperingati Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2015. Instagram/@krisdayantirl

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Penyanyi Krisdayanti dan Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri akan tampil dalam Festival Batik yang dihelat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu malam 10 Oktober 2015. Keduanya akan mengenakan batik Banyuwangi karya desainer Pricilla Saputro dan Irma Lumiga.

    Selain Krisdayanti dan Anindya, Putri Indonesia Pariwisata 2015 Gresya Amanda dan Putri Indonesia Runner Up 3, Laras Maranatha, juga akan ikut meramaikan festival itu. “Saya bangga bisa bergabung memperkenalkan batik Banyuwangi,” kata Anindya dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten, Sabtu pagi.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Festival Batik tahun ini mengangkat motif Paras Gempal. Dalam bahasa daerah Banyuwangi, paras berarti cadas dan gempal berarti runtuh. Pengertian lebih luas yakni sekuat apapun sesuatu pasti akan runtuh juga. “Motif tersebut memberi makna bahwa perlunya kebersamaan yang kuat untuk menghindari perpecahan,” katanya.

    Festival Batik tersebut, kata Anas, merupakan media promosi bagi 21 UKM batik di Banyuwangi. Menurut dia, untuk mengembangkan UKM batik, pemerintah daerah harus mendukung permodalan, promosi dan perlindungan hak cipta.

    Pricilla Saputro akan menampilkan 60 desain pakaian batik karyanya dengan tema Dramatic Carnival of Beat. Pricilla menggunakan bahan tenun bertekstur yang dipadukan dengan motif batik kontemporer Banyuwangi. “Saya memadukan kekhasan motif tradisional dengan konsep yang internasional,” kata pemilik rumah Batik Nyonya Indo Yogyakarta ini.

    Menurut Pricilla, batik Banyuwangi sangat berbeda dengan batik pesisiran lainnya di Jawa. Dengan corak warna yang cerah, motif batik Banyuwangi merupakan satu-satunya yang memiliki filosofi yang kuat. “Filosofi dalam motif tidak saya temui misalnya di batik Pekalongan,” kata dia.

    Reputasi Pricilla sebagai desainer batik diantaranya adalah pernah mendesain busana Miss Universe 2012 Olivia Culpo, Miss Universe 2013 Gabriela Isler, dan Puteri Indonesia 2013 hingga 2015. Sementara Irma Lumiga adalah desainer Banyuwangi yang merintis karyanya di Bali.

    Pada penampilan malam nanti, Irma mengangkat tema “Gemah Ripah” yang menggambarkan Banyuwangi yang aman, makmur dan subur. Irma mendesain 26 koleksi batiknya yang akan dibawakan oleh model dari Rumania, Rusia, Italia dan Denmark.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.