Penjara Gembong Narkoba Gunung Sindur Beroperasi Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly menyatakan lembaga pemasyarakatan khusus narapidana gembong narkoba siap digunakan. Dia bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso sudah mengecek sistem pengamanan penjara yang terletak di Gunung Sindur, Bogor, tersebut.

    "Semua sudah oke. Mungkin seminggu lagi," kata Yasonna di kantornya, Jumat, 9 Oktober 2015. Saat ini dia masih menunggu daftar nama gembong narkoba dari BNN untuk dijebloskan ke LP itu.

    Yasonna mengatakan penghuni LP Gunung Sindur nanti merupakan narapidana yang masih mengoperasikan jaringan narkoba dari dalam penjara. Karena itu, dia memperketat pengamanan dengan melibatkan personel BNN, polisi, tentara, serta anjing pelacak.

    Kementerian juga akan memasang X-Ray untuk mengecek barang maupun orang yang keluar-masuk di LP. Tak cuma itu, sistem pengamanan diperketat dengan pengacakan sinyal serta memperbanyak pemasangan kamera pengawas.

    Terpidana kasus penggelapan dana pajak, Gayus Tambunan, salah satu yang saat ini menginap di penjara tersebut. Meskipun bukan terpidana kasus narkoba, Gayus dianggap beberapa kali bisa kabur dari penjara sehingga perlu ditempatkan di penjara dengan pengawasan ketat.

    Gayus menempati ruang isolasi setelah mencuatnya foto dia makan siang di restoran di Jakarta setelah menghadiri sidang perceraiannya.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?