Pilkada Serentak, Begini Strategi Kampanye Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil mencoba alat kebugaran saat meresmikan Taman Aktif di Bandung, 13 September 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ridwan Kamil mencoba alat kebugaran saat meresmikan Taman Aktif di Bandung, 13 September 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung -  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membocorkan sedikit rahasia strategi terpilih menjadi Wali Kota Bandung. Caranya dimulai dari bagaimana meramu komunikasi dengan warga Bandung saat kampanye hingga tampil di tayangan infotainment televisi.

    Saat diskusi yang berjudul “Indonesia Mencari Doktor” di Aula Barat ITB, Emil—sapaan Ridwan Kamil—menjelaskan ia memakai strategi scientific campaign saat pemilihan Wali Kota Bandung dua tahun lalu. Strategi kampanyenya berdasarkan hasil survei.

    Misalnya, saat bertemu warga di kawasan utara Bandung, bicaranya perlu seperti dosen. "Orang-orang pintar Bandung kebanyakan di utara, maka kampanye saya bahasanya kayak profesor, ya. Kalau di wilayah selatan bahasa pasar," katanya, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Untuk menyasar pemilih kalangan perempuan dan ibu rumah tangga, caranya lain lagi. Berdasarkan survei, kata Emil, ibu-ibu di Bandung hobi menonton televisi tapi jarang menonton berita, melainkan tayangan infotainment. "Maka terpaksalah saya menghubungi Luna Maya, Cakra Khan, untuk pura-pura masuk infotainment," ujarnya.

    Emil juga mengatakan ia terpilih sebagai Wali Kota Bandung dari hasil eksperimen demokrasi langsung. "Kalau tidak ada demokrasi langsung, saya sebagai dosen ITB tidak akan terpilih karena saya bukan anggota partai yang biasanya didahulukan, saya bukan di birokrasi, saya juga bukan artis yang biasanya populer," tuturnya.

    Dari pengalamannya itu, Emil menyimpulkan dunia politik yang dianggap tidak jelas basisnya ternyata bisa diilmiahkan.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga