Jadi Tahanan KPK, OC Kaligis Tulis Buku Soal Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pengacara Otto Cornelis Kaligis usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 Agustus 2015. OC Kaligis juga menolak dibacakan surat dakwaannya karena belum diperiksa dokter kepercayaannya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ekspresi pengacara Otto Cornelis Kaligis usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 Agustus 2015. OC Kaligis juga menolak dibacakan surat dakwaannya karena belum diperiksa dokter kepercayaannya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara kondang, Otto Cornelis Kaligis, dalam waktu dekat akan meluncurkan buku berjudul Kasus Kebakaran Hutan dalam Praktek. "Ini buku saya yang keseratus," ujar OC Kaligis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 8 Oktober 2015.

    Terdakwa kasus suap terhadap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan ini memperlihatkan contoh buku yang akan diterbitkan. Buku setebal 716 halaman itu berisi mengenai teori-teori mengenai tindak pidana korporasi dan pendapat para ahli kebakaran hutan. Buku ini juga memuat pengalaman praktek dan akademis dari Kaligis, dari kasus yang ditanganinya.

    Menurut Kaligis, ia menulis buku ini sebelum dirinya masuk penjara. "Dan setengahnya di penjara, karena saya suka menulis," ujar OC Kaligis kepada Tempo.

    Dalam penyusunan bukunya, OC Kaligis dibantu beberapa rekan pengacaranya. OC Kaligis berkata, buku ini berguna bagi praktisi menghadapi praktek-praktek kasus kebakaran hutan. Tentang penyidikan, pertimbangan hakim, cara membela, dan bagaimana pendapat dari ahli. Seperti ahli administrasi negara.

    "Tema kasus kebakaran hutan sangat populer di Indonesia masa kini, dan juga negara tetangga. Tapi apakah kebakaran hutan itu salah bagi perusahaan yang mencoba datang menanam modalnya?" ujar Kaligis.

    Menurutnya, buku ini terbit atas dukungan teman-temannya, termasuk ongkos cetak. "Karena rekening saya ditutup."

    "Buku ini saya persembahkan untuk teman-teman senasib di rutan Guntur. Seperti, Menteri Agama, bupati, wali kota, dan teman-teman yang setiap hari bersama-sama menghadapi suka dan duka kehidupan di penjara," kata OC Kaligis. Selain buku ini, OC Kaligis juga menulisi buku bertema lingkungan lainnya. "Itu buku ke 99."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.