Tangani Kabut Asap, Ini Tugas Para Menteri dari Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Komunikasi Kepresidenan, Ari Dwipayana, mengatakan, sebelum melakukan kunjungan ke Sumatera untuk memantau penanganan kabut asap, Presiden Joko Widodo telah membagi tugas melalui instruksi kepada para menterinya.

    Menurut Ari, Jokowi juga meminta jajaran pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah, TNI dan Kepolisian, menindak tegas para pembakar hutan. "Presiden juga menginstruksikan agar mencabut izin perusahaan pembakar lahan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Oktober 2015.

    Ari menjelaskan, dalam Rapat Terbatas tentang Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat di Kantor Presiden, Rabu, 7 Oktober 2015, Jokowi meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, memperhatikan pendidikan bagi anak-anak korban bencana asap.

    “Jangan sampai mereka dirugikan. Utamakan kesehatan mereka terlebih dahulu, liburkan sekolah-sekolah hingga kondisi membaik,” kata Jokowi.‎

    Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, diminta oleh Jokowi berkaitan dengan kesiapan pelayanan di posko-posko yang didirikan di provinsi yang terkena bencana asap. “Berikan pelayanan terbaik dan bagikan masker kepada penduduk."‎

    Tugas juga diberikan kepada Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah diperintahkan memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah bencana.

    Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, juga mendapat tugas memperhatikan anak-anak di daerah bencana asap. “Jangan sampai anak-anak di daerah bencana asap mengalami trauma,” ujar Jokowi.

    Kamis, 8 Oktober 2015, sekitar pukul 10.15 WIB, Jokowi yang didampingi Ibu negara, Iriana Widodo, bertolak ke lokasi bencana asap di Sumatera‎. Menggunakan pesawat Kepresidenan BBJ-2, Jokowi berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

    Turut serta dalam rombongan, antara lain, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Djafar, serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.‎

    Di kota yang dikunjungi itu, Presiden dan akan melakukan peninjauan. Setelah itu, Presiden dan rombongan bergerak meninjau beberapa Posko Layanan Kesehatan Masyarakat yang tersebar di kota dan kabupaten hingga petang hari. Presiden dan rombongan akan menginap dan esok harinya masih melanjutkan perjalanan meninjau daerah yang dilanda kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan.

    Pada 23 September 2015 lalu, Jokowi juga berkunjung ke Kalimantan guna meingjau penanganan kabut asap dan kebakaran hutan. Jokowi antara lain mendatangi lokasi kebarakan di Desa Gunung Damar, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.