Banyak Lowongan Pekerjaan di Banten, Tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

    Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Serang - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten kembali membuka bursa tenaga kerja atau job fair di alun-alun Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang. Kegiatan ini bakal berlangsung selama tiga hari, yakni 7-9 Oktober 2015.

    Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan ada 46 perusahaan yang membuka 10.922 lowongan pekerjaan dalam acara tersebut. Namun Hudaya mengaku khawatir  jumlah pelamar yang terserap perusahaan-perusahaan tersebut sedikit.

    "Jujur, saya khawatir pada tingkat penyerapannya. Ini mengacu pada job fair tahap I dan II yang sudah dilakukan sebelumnya. Dari sekitar 5.000 pelamar, hanya 20-30 persen yang terserap di dunia kerja," ucap Hudaya, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Menurut Hudaya, rendahnya jumlah pelamar yang terserap terjadi karena ketidakseriusan kompetensi para pelamar dengan kebutuhan perusahaan. "Misalnya, perusahaan membutuhkan kompetensi A, sedangkan pelamar memiliki kompetensi di bidang C," ujarnya.

    Gubernur Banten Rano Karno meminta masyarakat memaksimalkan kesempatan yang diselenggarakan Pemprov Banten. "Setidaknya masyarakat pencari kerja bisa mendapatkan informasi terkait dengan perusahaan yang sedang membuka peluang kerja. Ini salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran," tutur Rano Karno.

    Rano menjelaskan, sektor ketenagakerjaan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan. "Targetnya adalah berkurangnya angka pengangguran, sedikit demi sedikit sesuai dengan apa yang menjadi harapan bersama,” katanya.

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.