Agus Hermanto: RUU KPK Masih Bisa Berubah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarulzaman menyerahkan laporan komisi II mengenai Perppu Pilkada kepada Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto selaku Ketua Rapat (tengah) disaksikan Ketua DPR, Setya Novanto (kiri) dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (kanan) pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, 20 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarulzaman menyerahkan laporan komisi II mengenai Perppu Pilkada kepada Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto selaku Ketua Rapat (tengah) disaksikan Ketua DPR, Setya Novanto (kiri) dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (kanan) pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, 20 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto meminta publik untuk tidak terlalu memperdebatkan Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi yang dinilai kontroversial. Menurut dia, rancangan undang-undang itu terus bergulir dan masih bisa berubah.

    "Sekarang ini masih taraf sinkronisasi rancangan. Ini masih perjalanan panjang apabila itu baru masuk prolegnas. Apabila pemerintah tidak setuju ya nggak akan jadi UU," kata Agus Hermanto di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 8 Oktober 2015.

    PENGAKUAN ANGGITA SARI
    Kepergok Setelah Layani Tamu, Model Anggita Sari Merasa Dijebak

    Berhenti Jual Diri, Model Anggita Sari Ingin Kerja Kantoran

    Revisi Undang-Undang KPK diusulkan oleh 15 legislator PDI Perjuangan, sembilan legislator Partai Golkar, sembilan legislator Partai Kebangkitan Bangsa, lima legislator Partai Persatuan Pembangunan, 12 legislator Partai NasDem, dan tiga legislator Partai Hati Nurani Rakyat.

    Beberapa pasal yang menjadi sorotan antara lain, Pasal 4 dimana KPK lebih difungsikan untuk pencegahan, bukan untuk pemberantasan Korupsi, Pasal 5 yang menyebutkan bahwa umur KPK hanya sampai 12 tahun, dan beberapa pasal lainnya yang cenderung memberangus fungsi KPK sebagai lembaga antirasuah.

    BERITA MENARIK
    Cerita Pramugari Raup Rp 14 Miliar Hasil Melacur di Pesawat
    Farhat Abbas Dibully: Mana Ada yang Tahan Hidup Sama Abang!

    Agus menambahkan ketidakterlibatan dalam penyusunan RUU dikarenakan Demokrat yang bersikap demokratis. Tapi, Agus akan ikut memberikan masukan apabila isu RUU KPK terus dibahas dan bergulir.

    "Demokrat mempunyai pemikiran RUU KPK ini bisa saja direvisi untuk menguatkan kedudukan KPK, yang dalam hal ini tidak hanya dilakukan pencegahan tapi juga penindakan. Dalam arti lain bukan pelemahan tapi penguatan," kata Agus.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI

    BACA JUGA
    Monyet Bersin dan Ikan Berjalan Bikin Heboh Ilmuwan
    Ooops, Ini Anak Kerbau tapi Berbadan Buaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.