Sulit Atasi Asap, Jokowi Akhirnya Mau Dibantu Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia akan menerima bantuan dari sejumlah negara untuk mengatasi asap akibat kebakaran hutan. “Kami kemarin sudah minta bantuan dan dibantu dari Singapura, masih dalam proses. Rusia, Malaysia, Jepang,” kata Jokowi saat meninjau proses pengeboran Mass Rapid Transportation di Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Jokowi mengakui pemadaman api di lahan gambut cukup sulit dibandingkan mengatasi kebakaran di hutan biasa. Dia mengatakan Indonesia menerima bantuan agar proses penanganan bisa dipercepat. “Kami harapkan ini bisa mempercepat penanganan,” ujarnya.

    Bantuan yang diterima berupa pesawat. Singapura, kata Jokowi, memberikan bantuan tiga unit pesawat yang dijadwalkan akan tiba pada hari ini. Bantuan pesawat juga diterima dari Rusia. “Kami membutuhkan pesawat yang mempunyai daya angkut air 12-15 ton air. Bukan seperti sekarang hanya 2-3 ton,” tuturnya.

    Sebelumnya, Indonesia beberapa kali menolak tawaran bantuan dari negara lain. Pemerintah Singapura pernah menawarkan bantuan melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berupa pesawat C-130 dan pesawat Chinooks dengan maksud membuat hujan buatan. Namun saat itu pemerintah menolak bantuan tersebut dengan alasan masih sanggup menanganinya.

    Setelah itu, untuk kedua kalinya, pemerintah Singapura kembali menawarkan bantuan kepada Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan menelepon Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar untuk menawarkan keinginan negaranya membantu Indonesia. Namun tawaran itu kembali ditolak.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.