Aviastar Jatuh, Keluarga Korban Tak Punya Firasat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM melakukan proses pengambilan data proses identifikasi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, 7 Oktober 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    Keluarga korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM melakukan proses pengambilan data proses identifikasi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, 7 Oktober 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Jakarta - Duka mendalam terlihat di rumah keluarga Lisa Valentin, 29 tahun, di Jalan Bukit Asam RT 02 RW 004 Kelurahan Lapulu, Kota Kendari. Rabu sore, 7 Oktober 2015, saat awak Tempo mengunjungi kediaman keluarga Lisa di Jalan Bukit Asam, suasana murung begitu terlihat.

    Andi Erika, sepupu korban, dengan nada sedih menceritakan perasaannya kehilangan keponakan terkasih. Mereka tidak menduga bakal ada musibah itu. Pasalnya, mereka tidak merasakan firasat buruk sebelum musibah tersebut terjadi.

    Erika mengatakan, sehari sebelum meninggal dalam kecelakaan pesawat Aviastar, yakni Kamis, 1 Oktober 2015, Lisa sempat menelepon dirinya. Sayang, saat itu suara telepon Lisa tak ia dengar karena sedang berjaga malam di Rumah Sakit. "Menyesal, ternyata itu telepon terakhir. Lisa baik sekali, dia periang, suka traktir, dan ajak jalan-jalan," ujarnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat, 2 Oktober 2015, pekan lalu, pesawat Twin Otter milik Aviastar jatuh di sekitar kawasan Gunung Pajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulu Salu, Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Lisa bersama suami, Riza Arman, 30 tahun, dan anaknya, Zaki Abqhori, 20 bulan, merupakan tiga dari 10 penumpang dalam kecelakaan itu.

    Rosniawanty Fikri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.