Kabut Asap, 42 Penerbangan Batal di Bandara Pekanbaru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.COPekanbaru - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Aktivitas penerbangan terganggu, jarak pandang hanya 700 meter. Sebanyak 42 pesawat terpaksa membatalkan penerbangan.

    "Cuaca masih buruk akibat gangguan asap," kata Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Hasnan, Rabu, 7 Oktober 2015.

    Menurut Hasnan, sesuai jadwalnya ada sebanyak 78 penerbangan di Bandara Pekanbaru dalam satu hari. Akibat gangguan asap itu, 42 penerbangan telah membatalkan penerbangan sehari sebelumnya. Sedangkan 34 pesawat lainnya masih menunggu konfirmasi. "Jarak pandang tidak memungkinkan melakukan penerbangan," ujarnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru menyebutkan Satelit Tera dan Aqua memantau 421 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 351 titik.

    Menurut Sugarin, titik panas juga tersebar di Jambi 14 titik, Lampung 45 titik, Bengkulu empat titik, dan Bangka Belitung tujuh titik. "Sedangkan Riau nihil titik panas," katanya.

    Kabut asap mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Riau, seperti Pekanbaru menurun hingga 500 meter, Rengat 100 meter, Dumai 400 meter ,dan Pelalawan 200 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.