Disurati di Facebook, Anies Baswedan Telepon Kepala Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar mengenakan masker di MTs An Nur, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Anak-anak terutama bayi berumur di bawah lima tahun paling rentan terkena dampak kabut asap karena pada umur tersebut saluran nafas belum terbentuk sempurna. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelajar mengenakan masker di MTs An Nur, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Anak-anak terutama bayi berumur di bawah lima tahun paling rentan terkena dampak kabut asap karena pada umur tersebut saluran nafas belum terbentuk sempurna. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Gara-gara sebuah surat terbuka yang disebar di sosial media, seorang kepala sekolah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tiba-tiba ditelepon oleh Menteri Anies Baswedan.

    Adalah Rizqi Tajuddin, Kepala Sekolah Sahabat Alam, Palangkaraya, melayangkan surat terbuka kepada Anies. Dalam surat itu Rizqi meminta kepada Anies agar pemerintah menunda ujian nasional karena kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan membuat proses belajar mengajar diliburkan selama beberapa pekan.

    "Asap yang terjadi di daerah tersebut telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Mungkin yang paling sering dibahas adalah tentang delay-nya jadwal penerbangan . Padahal dampaknya jauh lebih dari itu. Bapak mungkin sudah mendapatkan laporan bahwa sekolah-sekolah diliburkan. Ini sudah masuk pekan ke-5 atau bahkan lebih dari itu," begitu salah satu isi tulisan Rizqi.

    Baca juga:
    G30S 1965: Ternyata Soeharto yang Tempatkan Letkol Untung di Istana
    Minta Maaf ke Sukarno? Titiek:Kenapa Harus, Pak Harto Itu...

    Rizqi kemudian mengusulkan empat usulan. Salah satunya adalah soal penundaan ujian. "Kebijakan penundaan ujian nasional bagi semua jenjang, karena jelas persiapan siswa-siswa di daerah terdampak terganggu dengan bencana ini."

    Tiga hari kemudian, pada 6 Oktober 2015, pukul 21.11 WIB, Anies menelepon Rizqi. Dengan menggunakan telepon ajudannya, Anies berbicara langsung dengan kepala sekolah tersebut.

    "Dalam pembicaraan sekitar tiga menit ini, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dengan menulis surat itu," kata Rizqi. "Beliau juga menyampaikan empati pada guru, murid dan masyarakat yamg tertimpa bencana asap ini."

    Dia juga menyampaikan bahwa fokus Kementerian Pendidikan adalah pada pasca kejadian ini, "Karena sekarang semua kegiatan belajar tidak efektif, termasuk belajar di rumahpun menjadi halangan karena tebalnya asap.
    Beliau juga menyampaikan bahwa point-poin yang saya tulis menjadi perhatian beliau."

    Qaris Tajudin

    Baca juga:
    G30S: Alasan Intel Amerika Incar Sukarno, Dukung Suharto
    G30S:Kisah DiplomatAS yang Bikin Daftar Nama Target Di-dor!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.