Hutan Raya Bukit Suharto Terbakar, 7 Hektare Tanaman Hangus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Untung Setiawan

    ANTARA/Untung Setiawan

    TEMPO.CO, Kutai Kartanegara - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kalimantan Timur. Kali ini, api melalap hutan di kawasan Taman Hutan Raya Bukti Suharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa, 6 Oktober 2015. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 wita itu menghanguskan tumbuhan hutan seluas 7 hektare.

    Pembantu Letnan Satu Mujiman dari Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Bukit Suharto mengatakan kebakaran meluas lantaran upaya pemadaman terkendala letak sumber air yang jauh dari titik api. Tenaga di lokasi juga terbatas, sehingga pemadaman tak bisa dilakukan sekaligus.

    "Kami perkirakan lahan yang terbakar untuk hari ini seluas 7 hektare. Kebakaran sempat merembet karena airnya sangat terbatas. Cari sumber airnya jauh," kata Mujiman.

    Kekeringan berkepanjangan menjadi faktor utama mudahnya api merembet ke kawasan lain. Karena kering, ucap Mujiman, kawasan yang dipenuhi semak belukar tersebut mudah terbakar.

    Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun kebakaran di tepi jalan poros yang menghubungkan Samarinda-Balikpapan di Kilometer 14 itu diduga bukan karena faktor alami. "Kami perkirakan ini akibat pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan kemudian terkena ilalang kering dan terbakar," ujarnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara Darmansyah mengaku mengirimkan satu kendaraan pemadam kebakaran dari Kecamatan Loa Janan untuk mendukung upaya pemadaman api.

    Kendaraan itu digeser ke Bukit Suharto setelah memadamkan kebakaran hutan di Kecamatan Loa Janan yang terjadi hampir bersamaan. "Karena kebakaran di Loa Janan sudah padam terlebih dulu, saya perintahkan unit bergeser ke Km 14," tutur Darmansyah.

    Pantauan di lokasi kebakaran, tak hanya petugas pemadam kebakaran dan aparat yang berusaha memadamkan api. Masyarakat sekitar pun ikut membantu menjinakkan api yang terus melahap ranting dan ilalang kering. Hingga pukul 15.00, petugas dan warga masih berjibaku dengan api. Namun api mulai bisa dikendalikan, sehingga kemungkinan kembali merembet dapat diantisipasi.

    FIRMAN HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.