Selasa, 19 Juni 2018

Dua Anggota Polisi Mabuk dan Mengamuk di Lokalisasi WTS di Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua anggota Polresta Surabaya Utara mengamuk dan mencederai delapan orang setelah minum minuman keras di lokalisasi Jarak, Surabaya, pada Rabu (9/1), sekitar 22.30 WIB. Diantara korban termasuk bocah perempuan 12 tahun dan dan neneknya yang berusia 60 tahun. Dua polisi tersebut, Bripda Harun Syaifullah dan Bripda Amri Siregar, mengamuk disertai empat orang warga sipil. Harun mengatakan bahwa kejadian dimulai sekitar 20.00 WIB, ketika ia datang ke kedai minum milik Ibu Rasmani di lokalisasi tersebut. Setelah menghabiskan delapan botol minuman keras, mereka pulang pada pukul 22.30. Saat berjalan didepan Balai RW 10 Putat Jaya Timur, yang masih dalam wilayah lokalisasi, mereka saling bertengkar. Seorang saksi mata, yang tidak mau menyebut namanya, mengatakan, “Gak tahu apa penyebabnya. Tahu-tahu mereka bengak-bengok (teriak-teriak) dan ribut.” Ketua RW, Supristianto, 48 tahun, berusaha melerai. Tapi mereka justru menyerangnya. Mereka juga menyerang tujuh orang lain, yang ada di depan Balai RW tersebut. Selain Supristianto, yang menjadi korban termasuk Katiyem, 60 tahun, anaknya, Sutobron, serta cucunya, Sherly, 12 tahun. Mereka juga mencederai Tata Fatoni serta tiga hansip yaitu Suparman, Robinson, dan Arifin. Kejadian tersebut kemudian mengundang perhatian sekitar 100 orang warga di lokalisasi Jarak dan mereka mengepung terhadap Harun dan rekan-rekannya. Lima orang lolos, termasuk Amri, sedang Harun ditangkap warga. “Untung Harun langsung diamankan ke dalam Balai RW. Kalau tidak dia akan dibakar oleh massa. Karena massa sudah berteriak bakar, bakar, bakar,” kata salah seorang warga. Saat diperiksa di Balai RW oleh anggota Provost Polresta Surabaya Utara dan Anggota Denpon V Brawijaya, Harun yang masih dalam keadaan mabuk menunjukkan Kartu Anggota Polri. Awalnya, Harun akan ditahan dan dibawa ke Denpom. Namun oleh anggota Provost dihalangi. Alasannya Denpom tidak berwenang menahan anggota Polri. Kepada petugas itulah Harun mengaku penyerangan itu dilakukan bersama Bripka Amri Siregar dan empat orang sipil. Kepada petugas Harun juga mengaku tidak begitu mengenal 4 orang sipil tersebut. Saat ini Harun ditahan dan diperiksa secara intensif di Polwiltabes Surabaya. Begitu juga 8 orang korban penyerangan tersebut, yang diperiksa sebagai saksi. (Adi Mawardi-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.