Ini Penyebab Kebakaran Hutan Sulit Dipadamkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengakui kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera sangat sulit dipadamkan. Hal itu disebabkan karakteristik kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera sangat terpusat dan titik api berada pada kedalaman tiga sampai lima meter di bawah tanah.

    ''Dipadamkan di atas sudah mati, ternyata di bawah itu ada rongga yang isinya bara api,'' kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2015. Siti mengatakan kondisi tersebut yang menyebabkan kepulan asap masih saja terjadi padahal kobaran api sudah mereda.

    ''Seperti kayu basah yang sedang terbakar,'' ujarnya. Menurut Siti, satu-satunya cara mengatasi kebakaran hutan tersebut yakni dengan membongkar bara yang berada di dalam tanah gambut, kemudian membasahinya.

    Selain itu, kata dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang mempertimbangkan teknologi baru dalam pemadaman asap. Saat ini sedang dikaji penggunaan air yang dicampur dengan flame freeze berupa tetrahedron.

    Teknologi tersebut akan membuat api padam tanpa mengeluarkan asap. Sebab asap yang keluar dari pemadaman api akan langsung berubah menjadi wujud beku. Teknologi seperti ini, pernah digunakan dalam pemadaman kebakaran hutan di Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Tengah.

    Siti mengatakan sembari menunggu asap benar-benar habis, pemerintah telah menginstruksikan agar para gubernur membangun posko kesehatan khusus bagi para korban akibat kebakaran hutan. Politikus Partai NasDem ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk meminta kepada kepala daerah agar sering menyambangi masyarakat yang terkena bencana asap.

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga berkoordinasi dengan kepolisian daerah untuk menindak para pembakar hutan yang masih saja beraksi. ''Saya baru saja dapat laporan masih ada yang masuk keluar hutan bawa jerigen bahan bakar. Artinya memang dia pembakar di lapangan,'' kata Siti.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.