Lokasi Jatuhnya Pesawat Aviastar Angker, Pantang Bawa Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perkampungan di dekat lokasi jatuhnya Pesawat Aviastar. TEMPO/Haswadi

    Suasana perkampungan di dekat lokasi jatuhnya Pesawat Aviastar. TEMPO/Haswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lokasi jatuhnya Pesawat Aviastar di hutan Gunung Bajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dikabarkan angker.

    Bupati Luwu, Andi Mudzakkar meminta tim evakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Aviastar untuk berhati-hati dan fokus pada proses evakuasi para korban. Dalam proses evakuasi itu, seluruh tim dilarang sembarangan menegur dan merusak seluruh aset hutan baik satwa maupun pepohonan.

    "Seluruh tim yang akan ikut mengevakuasi, mohon jangan bertindak sembarangan, sopan dan tidak membawa telur dan daging, hutan yang akan dilalui adalah hutan bertuan," kata Andi Mudzakkar, saat memberikan arahan pada tim evakuasi di Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Latimojong sebelum memulai kerja, Selasa 6 Oktober 2015.

    Baca juga:
    G30S 1965: Ternyata Soeharto yang Tempatkan Letkol Untung di Istana
    Minta Maaf ke Sukarno? Titiek:Kenapa Harus, Pak Harto Itu...

    Andi Mudzakkar bahkan telah menyiapkan pemandu warga lokal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tim evakuasi yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas akan dibagi menjadi lima kelompok dengan setiap kelompok akan dipandu satu orang warga lokal.

    Evakuasi dari Desa Ulusalu, tempat posko DVI, ke lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Buntu Bajaja hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 6 jam. Kepala Badan SAR Nasional, FH Bambang Sulistiyo, mengatakan, jenazah akan ke posko DVI, di posko tersebut, jenasah akan diberi label, kemudian dibawa ke Helikopter untuk diterbangkan ke Makassar.

    "Seluruh proses identifikasi jenasah akan dilakukan di RS Bhayangkara, setelah teridentifikasi jenasah akan diserakan pada keluarganya masing-masing," kata Bambang Sulistiyo.

    Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, dari hasil laporan anggotanya yang berada di lapangan, kondisi jenasah banyak yang terbakar. Dari 10 orang penumpang dan awak, hanya tiga jenazah yang masih utuh. Sementara kondisi badan pesawat telah hancur.

    "Kondisi jenasah banyak yang hangus terbakar. Saat ini data ante mortem keluarga korban semuanya sudah lengkap jadi proses pencocokan DNA dan identifikasi tidak akan lama," kata Pudji. Nantinya, jenazah korban akan dibawa ke Makassar dengan menggunakan helikopter.

    HASWADI

    Baca juga:

    G30S: Alasan Intel Amerika Incar Sukarno, Dukung Suharto
    G30S:Kisah DiplomatAS yang Bikin Daftar Nama Target Di-dor!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.