Kabut Asap di Palembang Pekat Lagi, Siswa Ujian Pakai Masker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa memperhatikan guru dengan menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. AP/Tatan Syuflana

    Sejumlah siswa memperhatikan guru dengan menggunakan masker untuk melindungi dari kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan, 18 September 2015. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Palembang - Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan kembali pekat di Palembang, Sumatera Selatan. Jarak pandang hanya pada kisaran 0,1 kilometer di pagi hari. Meski demikian, ratusan siswa tingkat sekolah dasar tetap datang ke sekolah karena sedang mengikuti ujian tengah semester. Mereka terpaksa mengenakan masker meskipun terasa kurang nyaman saat dipakai.

    Abyaza, siswa kelas VI SDN 179 Palembang, ini adalah salah satu yang harus mengenakan masker saat berangkat ke sekolah hingga mengikuti ujian tengah semester di sekolahnya di kawasan Taman Makam Pahlawan. Ia merasa tidak nyaman dengan masker bergambar logo klub bola Manchester United berwarna merah itu.

    Namun ia tetap mengenakannya karena khawatir terpapar partikel abu dari kebakaran lahan dan hutan di daerah itu. "Harus dipakai meski rasanya kurang nyaman ketika bernapas," kata Abyaza, Selasa, 6 Oktober 2015.  (Lihat video Serbuan Asap Indonesia Batalkan Sejumlah Pertandingan Olahraga, Inilah Penyebab Kabut Asap belum Berakhir)

    Abyaza tidak sendirian mengenakan masker di sekolah. Terdapat puluhan bahkan ratusan siswa yang mengenakan masker di sekolah favorit ini. Naura, misalnya, mengaku "dipaksa" ibunya mengenakan masker sekali pakai hasil pemberian donatur. Baik Abyaza maupun Naura berharap kabut asap segera pergi dari Sumatera Selatan agar udara semakin baik. "Semoga hujan lekas turun, ya," ucapnya.

    Indra Purnama, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kenten, Palembang, membenarkan kualitas udara di Palembang buruk. Selain itu, kata dia, jarak pandang juga sangat terbatas. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kabut asap pagi ini bercampur kabut radiasi sehingga lebih pekat. "Memang hari ini lebih pekat dibandingkan kemarin," tutur Indra.

    Meskipun kabut tebal dan pekat, Indra memastikan ISPU (indeks standar pencemaran udara) di Palembang tidak melebihi kejadian pada Idul Adha lalu. Hari ini, kualitas udara 890, atau masih di bawah saat Idul Adha. Ketika itu, nilai ISPU di atas 1.000 dengan jarak pandang di bawah 100 meter. "Rekor ISPU saat Idul Adha lalu belum terpecahkan."

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.