Korban Kabut Asap, Ini Alasan Kalimantan Tengah Diperhatikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Seekor Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus untuk menangani korban bencana asap di provinsi Kalimantan Tengah. “Dibanding daerah asap lain, fokus kami  sedang di Kalimantan Tengah,” katanya saat dihubungi Senin 5 Oktober 2015.

    Menurut Achmad, dibanding daerah lain, Kalimantan Tengah adalah daerah yang paling parah terkena asap. “Dari sisi jumlah kabupaten yang terkena asap, paling banyak di Kalimantan Tengan dibanding yang lain,” katanya.

    Selain itu, kata Achmad, dinas kesehatan yang sudah memohon bantuan tambahan kepada Kementerian Kesehatan pun adalah Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat tidak bisa memberikan tindakan langsung kepada para korban asap. “Kami tidak akan bantu selama mereka (pemerintah daerah) tidak minta bantuan, sekarang kan otonomi daerah,” katanya.

    Achmad mengatakan Menteri Kesehatan  sudah mengirim beberapa tim  ke Kalimantan Tengah. Ada staf dari Direktorat Penyakit Tidak Menular, staf dari divisi Bina Upaya Kesehatan, staf dari Divisi Penyehatan Lingkungan. “Jumlahnya saya tidak tahu, tapi divis yang terkait yang ke daerah itu.” (Lihat video Serbuan Asap Indonesia Batalkan Sejumlah Pertandingan Olahraga, Inilah Penyebab Kabut Asap belum Berakhir)

    Kementerian Kesehatan  sudah memesan sebanyak 500 ribu buah masker untuk didistribusikan ke daerah yang terkena dampak asap di Indonesia, tidak hanya Kalimantan Tengah. Beberapa daerah lebih banyak meminta tambahan jumlah masker dibanding obat obatan.

    Menurut Achmad, stok masker sudah habis sehingga harus pesan ke  luar negeri. “Dari mana masker itu, terserah bagian biro farmasi yang penting kami dapat maskernya,” katanya.

    Sampai saat ini dinas kesehatan daerah merasa masih bisa menangani masalah asap. Selama masih bisa ditangani pemerintah daerah, Achmad menyatakan bencana asap ini bukan bencana nasional. Achmad  mengatakan pemerintah daerah yang terkena asap masih memiliki cukup obat untuk menanggulangi masalah yang terjadi di daerahnya. “Mereka hanya kekurangan masker, dan kami bantu itu.”

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.